Kuba: AS Tak Punya Bukti Negeri Kami Dukung Terorisme

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Kuba, Raul Castro (kiri), dan Presiden Kroasia, Stipe Mesić mendengarkan Lagu kebangsaan mereka dalam sebuah upacara di Istana Revolusi di Havana, Jumat (18/9). Mesić di Kuba pada kunjungan resmi. AP Photo/Javier Galeano

    Presiden Kuba, Raul Castro (kiri), dan Presiden Kroasia, Stipe Mesić mendengarkan Lagu kebangsaan mereka dalam sebuah upacara di Istana Revolusi di Havana, Jumat (18/9). Mesić di Kuba pada kunjungan resmi. AP Photo/Javier Galeano

    TEMPO Interaktif, Havana - Kuba memanggil diplomat AS, Selasa (5/1) waktu setempat, untuk menyampaikan protes atas pemeriksaan yang sangat ketat terhadap warganya yang akan terbang ke Amerika Serikat.

    Menurut Josefina Vidal Ferreiro, Direktur Kemeterian Luar Negeri Kuba untuk Urusan Amerika Utara, kebijaksanaan AS merupakan bentuk "Diskriminasi."

    "Kami menganggap Amerika Serikat telah mengumandangkan permusuhan terhadap Kuba," ujarnya dalam wawancara khusus dengan The Associated Press.

    Vidal Ferreiro katakan, pemerintanya telah mengajukan protes dalam sebuah pertemuan sore hari dengan Jonathan Farrar, Kepala Bagian Kepentingan Kedutaan AS di Kuba. Demikian juga dengan diplomat Kuba di AS menyampaikan protes serupa kepada kantor Departemen Luar Negeri AS sehari sebelum pemanggilan itu.

    Ahad lalu, Amerika Serikat mengeluarkan kebijaksanaan ekstra ketat terhadap penumpang pesawat terbang asal 14 negara untuk tujuan AS. Di antara negara-negara tersebut antara lain Kuba, Iran, Sudan, dan Syria. Hal itu berkaitan dengan ditangkapnya Abdullmuttalab, pemuda 28 tahun warga Nigeria, yang akan meledakkan pesawat di Detroit saat hari Natal.

    "Argumen AS memasukkan Kuba ke dalam daftar sponsor teroris sangat tidak berdasar," terang Vidal Ferreiro.

    Dia menambahkan, Kuba memiliki rekam jejak yang sangat bersih terhadap terorisme. Sebaliknya AS berstandar ganda, di Kuba negeri itu mendukung teroris sementara di pihak lain menentang terorisme.


    AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?