Setelah Tutup Dua Hari, Kedutaan Besar AS di Yaman Dibuka Kembali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Yemeni Army

    AP Photo/Yemeni Army

    TEMPO Interaktif, Sanaa - Kantor kedutaan Amerika Serikat di Yaman dibuka kembali, Selasa (5/1), sehari setelah pasukan keamanan Yaman menembak mati pejuang al-Qaida yang diduga sebagai otak di belakang ancaman terhadap Kedutaan AS dan Eropa. Hal tersebut disampaikan seorang pejabat kedutaan.

    "Kami buka kembali," ujarnya.

    Sejak Ahad lalu, kantor kedutaan AS di Yaman ditutup sementara menyusul ancaman dari al-Qaida atas keamanan para diplomat AS.

    Selain AS, sejumlah kantor perwakilan diplomatik Barat juga menutup kantornya pekan ini karena adanya ancaman serupa. Inggris dan Perancis untuk sementara masih menutup kedutaannya bagi kepentingan umum sedangkan para diplomatnya masih bertugas sebagaimana mestinya.

    Pasukan keamanan Yaman, Senin kemarin, dikabarkan bertempur melawan kelompok garis keras. Dalam pertempuran itu sedikitnya dua orang tewas, diduga sebagai militan al-Qaida. "Kami siap bertempur melawan perusuh dan penganggu keamanan negara," ujar Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh.

    Sementra itu, di Washington, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton meminta seluruh komunitas internasional bekerjasama dengan Yaman. Negeri ini dianggap telah menunjukkan keseriusannya melawan para teroris.

    "Stabilitas Yaman merupakan kunci keamanan regional," kata Clinton.

    REUTERS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.