Per 1 Januari, Pakistan Perketat Keamanan Bandara Sesuai Permintaan AS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri luar negeri Amerika Serikat Hillary Clinton menerima kunjungan menteri luar negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi di kantornya, di Washington (25/2). Foto: AP/J. Scott Applewhite

    Menteri luar negeri Amerika Serikat Hillary Clinton menerima kunjungan menteri luar negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi di kantornya, di Washington (25/2). Foto: AP/J. Scott Applewhite

    TEMPO Interaktif, Islamabad - Maskapai penerbangan nasional Pakistan meningkatan pengamanan terhadap penumpang pesawat tujuan AS menyusul permintaan negeri Paman Sam itu usai ditangkapnya pemuda Nigeria yang akan meledakkan pesawat saat dalam perjalanan dari Amsterdam ke Detroit.

    Kantor Keamanan Transportasi AS mengatakan, siapapun yang akan terbang ke AS terutama dari Nigeria, Yaman, Pakistan, Kuba, Iran, Sudan, dan Syria harus melalui pemeriksaan ekstra meskipun hal tersebut menjengkelkan penumpang.

    "Pemeriksaan ini seperti di alam baka, di luar akal sehat saya," ujar Nadim Umar, 40 tahun, seorang saudagar Pakistan yang mengalami pemeriksaan ketat ketika tiba di New York, Juni lalu.

    Juru bicara Maskapai Internasional Pakistan mengatakan, mulai Senin ini seluruh perusahaan mulai menerapkan standar pengamanan baru per 1 Januari, khususnya penumpang jurusan Amerika Serikat.

    Sultan Hasan menjelaskan, penumpang akan diperiksa ketat termasuk seluruh tubuh di area keberangkatan dan kedatangan. Untuk keperluan itu Maskapai memasang iklan di sejumlah koran yang berisi pemberitahuan kepada calon penumpang soal pengetatan keamanan.

    "Penumpang menjadi subyek pemeriksaan sebagaimana permintaan pihak berwenang di AS. Penumpanag tidak boleh membawa benda cair ke dalam kabin pesawat," jelas Hasan.

    Permintaan AS ini menyusul peristiwa pada Natal tahun lalu. Saat itu pemuda asal Nigeria Umar Faroukh Abdulmutallab, 28 tahun, mencoba meledakaan pesawat yang sedang melakukan penerbangan dari Amsterdam ke Detroit.

    Abdulmutallab mengatakan kepada tim pemeriksa AS, dia menerima pelatihan dan perintah dari al-Qaida yang beroperasi di Yaman. Perbatasan Pakistan dan Afghanistan merupakan daerah pertempuran antara pasukan AS melawan Taliban dan al-Qaida.

    AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.