Iran Rusuh, Keponakan Pemimpim Oposisi Mir Mousavi Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang korban diselamatkan saat terjadinya bentrokan antara pendukung Mousavi dan polisi di Teheran, Iran, (16/06) WIB.  Tujuh orang tewas dalam insiden ini.  Foto: AP Photo/Vahid Salemi

    Seorang korban diselamatkan saat terjadinya bentrokan antara pendukung Mousavi dan polisi di Teheran, Iran, (16/06) WIB. Tujuh orang tewas dalam insiden ini. Foto: AP Photo/Vahid Salemi

    TEMPO Interaktif, Teheran - Untuk ke sekian kalinya Iran dilanda kerusuhan. Ahad (27/12) kemarin, Teheran dan tiga kota besar lainnya di Iran dilanda kerusuhan hebat. Polisi terpaksa menggunakan gas air mata dan pentungan untuk membubarkan demontrasi yang mengarah ke anarkis.

    Dalam kerusuhan yang melibatkan ribuan orang itu, keponakan pemimpin oposisi Mir Hussein Mousavi, Sayid Ali Mousavi meregang nyawa akibat luka tembak di bagian belakang. Selain keponakan Mousavi, dua orang lainnya diperkirakan tewas.

    Menurut polisi, dua orang yang tewas itu karena jatuh dari jembatan sedangkan satu lagi tewas tertembak. Namun polisi menolak dituduh bertanggung jawab atas kematian tersebut

    "Kami akan melakukan investigasi atas kematian itu," ujar pejabat kepolisian.

    Dalam demontrasi terhebat sejak pemilihan umum presiden Juni lalu, Iran menuduh Amerika Serikat dan Perancis di balik kerusuhan tersebut.

    Menurut siaran televisi Press TV, kini petugas keamanan Iran menahan 300 orang yang dianggap biang kerusuhan berasal dari organisasi Mujahidin Khalq (MKO).

    Televisi berbahasa Inggris itu juga menyebutkan bahwa Mousavi ditembak oleh orang tak dikenal. "Pemuda 35 tahun itu tewas akibat ditembak orang tak dikenal dari belakang," ungkapnya.

    ARAB NEWS | BBC | CA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.