Presiden Terjungkal Honduras Rayakan Natal di Kedutaan Brasil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden terusir  Honduras Manuel Zelaya dikawal oleh polisi Nikaragua di Las Manos, perbatasan antara Nikaragua dan Honduras, (26/07) WIB. Manuel Zelaya terusis akibat kudeta yang dilakukan militer sebulan yang lalu. Foto:REUTERS/Oswaldo Rivas

    Presiden terusir Honduras Manuel Zelaya dikawal oleh polisi Nikaragua di Las Manos, perbatasan antara Nikaragua dan Honduras, (26/07) WIB. Manuel Zelaya terusis akibat kudeta yang dilakukan militer sebulan yang lalu. Foto:REUTERS/Oswaldo Rivas

    TEMPO Interaktif, Tegucigalpa – Presiden terjungkal Honduras Manuel Zelaya terpaksa merayakan Natal bersama keluarganya di kedutaan besar Brasil, tempat dia melarikan diri selama beberapa bulan sejak kudeta Juni lalu.

    Sejumlah diplomat dan simpatisannya akan ikut serta dalam perayaan tersebut.

    Mereka akan membawa makanan tradisional dari tempat kelahiran Zelaya, Provinsi Olancho, sekaligus basis kekuatan pendukung Zelaya yang dikenal sebagai seorang tukang kayu dan peternak.

    “Pada Natal ini tentara dan sejumlah orang akan mengunjungi kami sekeluarga. Kami akan berdoa bersama-sama untuk kejayaan rakyat Honduras,” demikian ucap Zelaya ketika dihubungi Reuters melalui telepon dari kompleks kedutaan, tempat dia menghabiskan waktu selama tiga bulan.

    Zelaya adalah presiden Honduras yang terusir sejak kudeta 28 Juni. Saat itu, militer membangunkannya dari tempat tidur dan membawanya keluar. Hingga kini upayanya kembali ke Honduras ditolak, lebih-lebih pemilihan umum di Honduras yang berlangsung November lalu menghasilkan presiden baru, Porfirio Lobo. Hasil pemilihan ini mendapatkan dukungan dari negara-negara Eropa dan sebagian negara Amerika Latin.

    REUTERS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.