Al Ghozi Tewas Enam Hari Sebelum Kunjungan Bush

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Manila: Militer Filpina mengatakan tewasnya buronan militan Indonesia, Fathurrahman Al-Ghozi mengurangi ancaman keamanan utama Filipina, enam hari sebelum kunjungan Presiden Amerika George W. Bush. "Ini sudah dikonfirmasikan. Tapi saya tidak bisa memberikan keterangan lebih rinci. Presiden akan memberikan keterangan tentang hal ini hari ini," kata Wakil Kepala Staf Militer Filipina, Letjen. Rodolfo Garcia. Al-Ghozi, salah seorang anggota Jemaah Islamiyah (JI) telah mempermalukan pemerintah Filipina saat melarikan diri dari selnya di penjara Markas Besar Polisi Nasional Filipina pada 14 Juli lalu. Seperti diketahui, Ghozi ditahan di Filipina karena memiliki bahan peledak, pemalsuan dokumen. Selain itu dia juga dituduh mendalangi pengeboman yang menewaskan 22 orang di Manila 22 Desember 2000 lalu. Bahkan, agen intelijen juga mencurigai keterlibatannya dalam beberapa aksi pengeboman di daerah lain. Ghozi juga diduga terlibat dalam pengobam Bali yang menewaskan lebih dari 200 orang dan terkait dengan jaringan Al Qaidah. Meskipun Ghozi telah dinyatakan tewas, namun beberapa pejabat militer Filipina berhati-hati dalam memberikan pernyataan tentang benar tidaknya penembakan terhadap Ghozi di Pigcawayan Minggu (12/10). "Kami masih mengecek," kata Panglima Militer Mayjen Generoso Senga seperti dikutip Reuters. "Kami tidak mau salah (dalam memberikan keterangan)," katanya. Menurut Senga, operasi militer yang menewaskan Ghozi ini dipimpin polisi dan melibatkan tentara. Beberapa hari ini, Filipina memperketat pengamanan terutama terhadap sasaran yang dikunjungi Bush. Presiden AS akan memberikan bantuan militer dalam delapan jam kunjungan, Sabtu (18/10) mendatang. Reuters/Dhian N. Utami - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.