Cina-Taiwan Diskusikan Perjanjian Perdagangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan orang melakukan aksi demonstrasi menentang pengembangan hubungan dengan China yang dilakukan presiden Ma Ying-jeou di Taipei Sabtu (30/8). (AP Photo)

    Ribuan orang melakukan aksi demonstrasi menentang pengembangan hubungan dengan China yang dilakukan presiden Ma Ying-jeou di Taipei Sabtu (30/8). (AP Photo)

    TEMPO Interaktif, Pejabat tinggi di Cina tiba di Taiwan untuk membicarakan masalah perdagangan dengan kepulauan yang dianggap membangkang.

    Pertemuan antar kedua pejabat tinggi ini mendapat protes dari sepuluh ribu rakyat Taiwan yang dipimpin oleh negosiator Chen Yunlin. Chen Yunlin adalah negosiator yang mengajukan proposal Persetujuan Kerangkakerja Kerjasama Ekonomi (ECFA).

    Dalam pembicaraan perdagangan tersebut, kedua pejabat setingkat gubernur sepakat meneken pakta perjanjian perdagangan tahun depan.

    Ahad kemarin, sekitar 30 ribu demontran memadati kota Taichung. Mereka meneriakkan kemerdekaan dan mengibar-kibarkan banner slogan antiCina, demikian penjelasan polisi setempat.

    Pertemuan ini merupakan ke empat kalinya dalam pertemuan bidang perdagangan sejak Cina membuka diri untuk bersahabat dengan Presiden Taiwan Ma Ying-jeou tahun lalu.

    Wartawan BBC di Taichung, Cindy Sui, melaporkan menjelang perdagangan bebas, ada rasa takut barang-barang Cina akan membanjiri Taiwan karena harganya lebih murah, pengangguran yang masif, dan membuat rasa ketergantungan secara ekonomi terhadap Cina.

    Pemerintah Taipei mengakui, kelak pada masa perdagangan bebas, Taiwanakan terpinggirkan oleh Cina jika tidak ada perjanjian perdagangan antar kedua negeri.

    Taiwan dan Cina adalah sebuah pemerintah yang terpisah sejak keduanya terlibat dalam perang sipil 1949.


    BBC | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?