Irak Mengklaim Usir Iran dari Area Sengketa Eksplorasi Minyak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -Irak mengatakan pasukan Iran telah ditarik dari area eksplorasi minyak yang menjadi sengketa, di wilayah perbatasan. Menurut juru bicara Gubernur di Provinsi Maysan, penarikan pasukan Iran dilaksanakan malam kemarin (19/12).

    Di area eksplorasi minyak al-Fakkah itu, ada 11 personel pasukan Iran. Namun menurut pihak pemerintah Maysan, kesemua personel itu telah angkat kaki dari wilayahnya. Sebelumnya, para personel Iran itu berkeras bertahan di area tersebut karena mereka mengklaim bahwa daerah itu masih dalam teritori negaranya.

    Menteri Luar Negeri Irak, Ramin Mehmanparast mengutip pemberitaan media massa Iran, mengatakan aksi serangan yang sempat dilakukan para personel militer Iran itu telah melukai hubungan Tehran dan Bagdad. Kedua belah pihak, lanjutnya, akan mengupayakan solusi diplomatik.

    Duta besar Amerika Serikat untuk Irak, Christoper Hill memuji upaya Irak bertahan dalam masalah sengketa itu. "Mereka tidak mau ditekan pihak manapun," ungkap Hill.


    AFP/REUTERS/VOANEWS.COM/ANGIOLA HARRY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.