Obama Sampaikan Tiga Kebijakan Iklim  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo

    AP Photo

    TEMPO Interaktif, Kopenhagen - Presiden Barrack Obama mengatakan kesepakatan global tentang iklim hanya dapat bermakna jika memasukkan cara-cara mengukur janji setiap negara untuk mengurangi emisinya. “Saya datang ke sini bukan untuk bicara namun bertindak,” kata Obama yang mendapat tepuk tangan ratusan kepala negara dan peserta Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di gedung Bella Center, Kopenhagen, Jumat pukul 12.40 waktu Denmark atau 18.40 WB.

    Ada tiga  hal utama yang disampaikan Obama. Pertama, Obama meyakinkan bahwa Amerika akan memenuhi janjinya memotong emisi sebesar 17 persen pada tahun 2020 dan lebih dari 80 persen di tahun 2050.  Kedua, perlunya mekanisme untuk mengkaji komitmen masing-masing negara dalam mengurangi emisi. “Tanpa akuntabilitas, kesepakatan hanya kata-kata kosong di halaman teks,” katanya. Ketiga, bantuan untuk negara-negara berkembang, khususnya yang miskin dan  paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Amerika, katanya, akan ikut mengumpulkan dana global sebesar US$ 10 miliar pertahun mulai tahun 2012.

    Ketika Obama berpidato sekitar lima menit, ruang media center hening. Ratusan wartawan mendengarkan melalui perangkat pendengar dan melihat gambar lewat televise di beberapa sudut ruang.  Akan tetapi didalam ruang sidang pleno,  Obama hanya mendapat tepuk tangan tiga kali dari hadirin.  Pertama ketika dia Presiden Conference of Partys (COP) 15 mempersilahkan orang nomor satu Amerika itu berpidato. Kedua, ketiga Obama menegaskan dirinya hadir di Kopennhagen untuk bertindak, bukannya berbicara. Tepuk tangan ketiga seusai dia berpidato.

    Hal ini berbeda dengan sambutan untuk Presiden Brazil Luiz Inacio Lula Da Silva yang berpidato tepat sebelum Obama.   Lula  yang berpidato
    dalam bahasa Brazil mendapat tepuk tangan hampir sepuluh kali. Pidatonya selama tujuh menit diterjemahkan ke bahasa Inggris melalui
    perangkat pendengar.

    UNTUNG WIDYANTO [KOPENHAGEN]

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?