Kabul Diganyang Bom, Sedikitnya Lima Orang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria yang terluka akibat ledakan bom duduk di depan hotel Heetal,  Kabul, Afghanistan (15/12). Sebuah mobil bermuatan bom meledak di hotel, yang banyak diinapi orang asing. AP/Dusan Vranic

    Seorang pria yang terluka akibat ledakan bom duduk di depan hotel Heetal, Kabul, Afghanistan (15/12). Sebuah mobil bermuatan bom meledak di hotel, yang banyak diinapi orang asing. AP/Dusan Vranic

    TEMPO Interaktif, Kabul -Sedikitnya lima orang tewas dalam serangan bom bunuh diri di ibu kota Afganistan, Kabul, demikian keterangan pejabat setempat.

    Ledakan terjadi tak jauh dari sebuah hotel di distrik Wazir Akbar Khan tempat para diplomat dan warga asing tinggal.

    Tepatnya di lokasi sebelum Presiden Karzai membuka konferensi tiga hari tentang korupsi di sana.

    Afganistan saat ini mendapatkan tekanan berat dari negara-negara Barat untuk memberantas korupsi. 

    "Dua pengawal mantan wakil presiden Ahmed Zia Massoud dipastikan tewas," jelas Presiden Afganistan Hamid Karzai.

    Sebulan terakhir ini, Kabul terus menerus mendapatkan sejumlah serangan bom. Bulan lalu, sebuah bom mobil meledak di luar kantor Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) melukai tiga orang pasukan asing dan tiga penduduk sipil Afgnanistan.

    Sementara itu, ledakan yang terjadi Selasa (15/12) ini merupakan hantaman bom pertama semenjak Presiden Karzai menyatakn perang terhadap korupsi dan ketidakamanan.

    Saksi mata mengatakan, dia melihat sebuah kendaraan jeep 4x4 melintas Hotel Heetal di daerah pasar kalangan atas. "Kendaraannya berjalan lambat saat menuju pos pemeriksaan hotel. Selanjutnya, bom memeldak," terang Humayun Azizi kepada kantor berita AP.

    Laporan AP menyebutkan, akibat ledakan tersebut hotel mengalami kerusakan berat. Tetapi, jelas seorang pejabat intelijen yang tak mau disebutkan namanya mengatakan meskipun demikian tak satupun tamu hotel yang terluka.

    BBC | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.