Lima Siswa Amerika Ditengarai akan Jihad di Pakistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Islamabad - Lima siswa yang hilang dari rumahnya di Amerika dan tiba-tiba telah ditahan di Pakistan diduga ingin bergabung dengan kelompok jihad.

    Lima laki-laki, yang semuanya berusia sekitar 20-an tahun, meninggalkan Virginia bulan lalu tanpa pesan apapun untuk keluarga mereka. Mereka dilaporkan hilang setelah kerabatnya menemukan pesan video perpisahan dan menunjukkan adegan-adegan perang.

    Para pejabat Pakistan mengatakan, kelima orang itu ditangkap di wilayah timur laut Pakistan karena dicurigai merencanakan serangan bersama kelompok militan. Penyidik juga melihat kemungkinan hubungan antara kelompok siswa ini dan kelompok Jaish-e-Mohammad, yang diduga membunuh jurnalis Amerika Daniel Pearl.

    Pejabat Pakistan mengklaim lima orang ini tertarik untuk pergi ke Afghanistan, setelah polisi menemukan dugaan hubungan ke Al Qaeda dan kubu Miranshah dalam kelompok Taliban. "Kami mengamati mereka selama satu setengah hari dan kemudian menangkap mereka," kepala polisi kata Anwar Usman. "Kemudian kami datangi untuk memastikan bahwa mereka telah datang ke sini dengan niat jihad."

    Polisi mengatakan mereka menyita laptop, ponsel dan peta kota-kota Pakistan dari tersangka.

    Sedang FBI mengatakan, pembicaraan sedang berlangsung untuk mengembalikan orang-orang Amerika itu. Philip Crowley, asisten menteri luar negeri untuk urusan publik mengatakan, pihaknya baru tahu kelima orang itu warga Amerika.

    "Mereka pergi ke Pakistan. Dan lebih dari itu ... kita mencoba berbicara dengan mereka, mencari tahu apa yang mereka lakukan, apa implikasinya. Kita harus menyelidiki dulu sebelum menarik kesimpulan."

    Mereka ditahan di kota Sargodha di Provinsi Punjab, di mana mereka ditemukan dalam rumah beton yang terkunci rapat dengan kondisi sekitarnya sepi.


    AP| REUTERS| NUR HARYANTO




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.