Amerika Serikat Akan Adakan Upaya Baru Buru Usamah bin Laden

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -Amerika Serikat akan melancarkan usaha baru untuk menangkap pemimpin jaringan teroris al Qaidah, Usamah bin Laden. Pejabat Amerika memperkirakan Usamah bersembunyi di gunung sepanjang perbatasan Afghanistan-Pakistan.

    Laporan-laporan intelijen memperkirakan Usamah terkadang di Waziristan Utara, kadang juga di dalam perbatasan Pakistan, "Bahkan pernah dilaporkan ada di Afghanistan," kata penasehat keamanan nasional James Jones.

    Ketika ditanya apakah Presiden Amerika Serikat, Barack Obama merencanakan satu usaha baru untuk mengejar pemimpin al Qaidah itu, Jones mengatakan, "Saya kira begitu."

    Usamah sama adalah satu "simbol penting" yang dipertahankan Al Qaidah. "Dan yakin ia sedang dikejar atau ditangkap," kata Jones, yang juga mantan jenderal Marinir itu.

    Komentarnya Usamah bahwa dirinya kadang memasuki Afghanistan, dari perbatasan yang bergunung-gunung, bertentangan dengan perkiraan pejabat Amerika Serikat sebelumnya. Pejabat menduga pemimpin Al Qaida itu bersembunyi di Pakistan.

    Kendati pun berikrar untuk menangkap Usamah, Menteri Pertahanan, Robert Gates pada Minggu (6/12) mengatakan badan-badan intelijen tidak tahu di mana pemimpin al Qaidah itu berada. Informasi dari sumber yang layak dipercaya pun tidak memadai mengenai keberadaannya dalam beberapa tahun.

    "Kami tidak tahu di mana Osama bin Laden berada. Jika kami tahu, kami akan mengejar dan menangkap dia," kata Gates, yang mantan direktur Badan Intelijen Pusat atau CIA itu.

    Usamah dianggap sebagai pemimpin otak serangan 11 September 2001 di New York dan Washington, yang menewaskan hampir 3 ribu orang. Para pejabat pemerintah Amerika menyebut Usamah bin Laden dan jaringan Al Qaidah sebagai tersangka utama serangan.


    ANTARA/AFP/ANGIOLA HARRY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.