Libya Jebloskan Warga Swiss ke Penjara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Libya Moammar Kadhafi memegang senjata mesin, yang diperlihatkan salah seorang dari suku al- Tawarek di Sebha, Sahara Barat, 700 km dari Tripoli, Libya (7/10). Foto: AP/Abdel Magid Al Fergany

    Pemimpin Libya Moammar Kadhafi memegang senjata mesin, yang diperlihatkan salah seorang dari suku al- Tawarek di Sebha, Sahara Barat, 700 km dari Tripoli, Libya (7/10). Foto: AP/Abdel Magid Al Fergany

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Libya memenjarakan dua warga negara Swiss ke penjara selama 16 bulan, diduga terlibat keributan dengan putra Muammar Qaddafi di Jenewa tahun lalu.

    Max Goeldi dan Rasyid Hamdani ditahan sejak 2008 di Libya. Selain alasan melanggar keimigrasian, keduanya diduga terkait dengan penyerangan terhadap Hannibal Qaddafi.

    Peristiwanya bermula dari kunjungan Hannibal Qaddafi bersama istrinya ke Swiss 2008. Tanpa alasan jelas, dia diserang oleh dua orang pelayan di Jenewa.

    Cekcok keras tak bisa dihindari sehingga Hannibal ditahan. Kasus ini sebetulnya sudah dianggap selesai, namun tak luput bikin Tripoli berang.

    Dampak  penahanan Hannibal Qaddafi, Libya membatalkan suplai minyak ke Swiss, penarikan miliaran dolar dari bank-bank di Swiss, menolak pemberian visa kepada warga Swiss, dan menarik diplomatnya.

    Untuk meredakan ketegangan, Presiden Swiss Hans-Rudolf Merz mengunjungi Tripoli Agustus lalu dan meminta maaf kepada masyarakat atas penahanan Hannibal Qaddafi. Tetapi dia meminta agar dua warga negaranya yang bekerja di Libya, Hamdani selaku ahli konstruksi dan Goeldi manajer Operasi Perusahaan Libya ABB dibebaskan.

    BBC | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.