Soal Nuklir, Iran Menolak Sanksi dan Kerjasama dengan PBB  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Vahid Salemi

    AP/Vahid Salemi

    TEMPO Interaktif, Teheran - Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad mengatakan akan melawan sanksi yang dijatuhkan PBB terhadap negerinya. Dia tidak akan melakukan kerjasama dengan Internasional. Iran menyalahkan Rusia.

    Selain itu, dalam sebuah wawancara dengan televisi, Presiden Ahmadinejad menyatakan bahwa dalam masalah nuklir, Rusia telah "membuat kesalahan" karena dalam pemungutan suara di IAEA (the International Atomic Energy Agency) pekan lalu, negeri itu turut menghukum Teheran atas pembangunan reaktor nuklirnya.

    Dia menambahkan, Iran tidak harus mematuhi rekomendasi IAIA, lembaga PBB yang mengawasi pembangunan reaktor nuklir Iran.

    Senin kemarin, negara-negara Barat menentang pembangunan 10 pabrik pengayaan uranium. Mereka khawatir Teheran akan mengembangkannya menjadi senjata nuklir. Iran menolak tuduhan tersebut karena program nuklirnya dikembangkan untuk tujuan damai. Bagi Iran, keputusan Barat melakukan isolasi terhadap negerinya merupakan sesuatu yang menggelikan. 

    "Kami diminta memenuhi seperti keinginan mereka, tidak mungkinlah," katanya.

    Presiden Ahmadinejad juga menyalahkan Rusia karena bergabung dengam Barat dalam pemungutan suara yang diselenggarakan oleh IAEA. Dalam pemungutan tersebut menghasilkan resolusi menentang pembangunan pabrik pengayaan uranium Iran di dekat kota suci Qom.

    "Rusia membuat kesalahan karena tidak memiliki analisa akurat terhadap situasi dunia," jelas Presiden.

    Menanggapi pernyataan Presiden Ahmadinejad, seorang diplomat senior Rusia mengatakan bahwa Moskow akan bergabung dengan dunia internasional yang akan menjatuhkan sanksi terhadap Iran.

    Pidato Ahmadinejad disampaikan sehari setelah dunia internasional menyampaikan peringatan atas pembangunan 10 pabrik uraiumnya. Menurut duta besar Amerika Serikat di PBB, Susan Rice, pidato Presiden Ahmadinejad tidak bisa diterima. Sementara Menteri Luar Negeri Perancis menganggap pembangunan pabrik nuklir tersebut sebagai "sebuah permainan yang membahayakan."

    "Pembangunan pabrik uranium bukan gertak sambal, kami akan terus melanjutkan pembangunan. Apapun yang terjadi," ujar Ahmadinejad.

    Kepala program nuklir Iran Ali Akbar Salehi, Senin kemarin, mengatakan bahwa Teheran telah diprovokasi oleh Barat atas pembangunan fasilitas nuklir di dekat Qom.

    Enam negara terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Cina, dan Rusia telah berkoordinasi dengan Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan sanksi terhadap Iran.

    Sanksi tersebut berupa antara lain, mengeluarkan pelarangan terhadap individu yang menjalin hubungan dengan Iran melakukan kesepakatan menjual atau menyuplai kebutuhan Iran.

    BBC | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.