Turis Mengamuk Membunuh Empat Orang, Dua Diantaranya Balita

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Saipan -Seorang wisatawan di negara Kepulauan Mariana mengamuk seraya melepaskan tembakan membabbi buta, menewaskan empat orang wisatawan lainnya. Setelah melakukan aksinya, wisatawan berjenis kelamin pria tersebut bunuh diri.

    Juru bicara Divisi Keamanan Wilayah Kota Saipan Jason Tarkong mengatakan, dua diantara empat korban tewas tersebut adalah balita. Mereka yakni sepasang balita berusia empat dan dua tahun, yang tewas setengah jam setelah tertembak pistol pelaku.

    Menurut Gubernur Saipan, Benigno R Fitial identitas pelaku masih dalam penyelidikan polisi setempat, namun diperkirakan berasal dari negara Asia.

    "Kami masih memantau perkembangan kasus. Kami juga akan melibatkan biro penyelidik FBI," kata Benigno. Selain empat korban tewas, peristiwa itu juga melukai enam orang lainnya, termasuk seorang anak perempuan berusia empat tahun dan wisatawan dari Korea Selatan.

    Menurut petugas berwenang yang enggan disebut namanya, pelaku berusia antar 30 hingga 40 tahun. Dia melakukan penembakan dengan mengendarai mobil van berwarna putih.

    Pria itu, berdasarkan keterangan banyak saksi mata yang melihat kejadian, menembak dengan menggunakan peluru kaliber 22 milimeter dari jenis senjata rifle.

    Mobil yang dikendarainya berhenti di sebuah tempat olahraga Kannat Tabla yang cukup ramai pengunjung. Dari tempat itu, pelaku kemudian menembak dari jarak dekat.

    Peluru pertama mengenai dua pria yang berusia sekitar 20 tahun. Tembakan selanjutnya mengenai tiga balita, dua diantaranya tewas.

    Kota Saipan berjarak sekitar 3.800 mil dari Hawaii. Kota tersebut merupakan tempat wisata, dengan pengunjung lebih dari 111 ribu orang pertahun. Para pengunjung tersebut kebanyakan berasal dari Korea Selatan.

    AP/ANGIOLA HARRY 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.