Barang Milik Madoff Laris Manis Dilelang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Barang-barang milik penipu pasar modal Bernard Madoff dilelang oleh pemerintah Amerika Serikat. Uang yang terkumpul di hari pertama mencapai US$1 juta (Rp 9,34 miliar) atau dua kali lipat dari perkiraan kurator.

    Barang-barang yang dilelang itu diantaranya jaket bisbol tim New York Metz dengan nama "Madoff" tertulis di belakangnya. Jaket ini memiliki arti khusus karena pemilik klub bisbol terkenal Amerika itu, Fred Wilpon dan Saul Katz, masuk daftar korban Madoff.

    Semula kurator memperkirakan jaket itu hanya akan terjual dengan harga US$720 (Rp 6,7 juta). Ternyata, dalam lelang laku terjual sampai US$14,5 ribu (Rp  135 juta). Begitu pula cincin Hofstra College yang semula diperkirakan hanya seharga US$360 (Rp 3,6 juta), laku US$6 ribu (Rp 56 juta).

    Lelang itu dilaksanakan pada akhir pekan silam di sebuah hotel di Manhattan, New York. Para peminat barang-barang Madoff itu, selain berminat karena harganya lebih miring daripada toko, juga karena ada nama Madoff.

    Ini seperti Charlie Blumenkehl, yang membeli tongkat gol Madoff seharga US$ 3.600 (Rp 33 juta) atau sekitar 10 kali lipat dari perkiraan semua. "Saya cuma ingin ada nama Bernie (panggilan Bernard Madoff) di tongkat itu," katanya.

    Yang justru harganya di bawah perkiraan adalah koleksi jam Rolex Madoff. Penipu pasar modal ini memiliki 17 arloji Rolex. Semula diperkirakan arloji ini bisa menjadi uang senilai US$75-85 ribu (Rp 700-795 juta). Tapi lelang hanya menghasilkan US$65 ribu (Rp 600 juta) untuk ke-17 Rolex itu.

    Sebaliknya tujuh jam biasa Swatch, yang diperkirakan masing-masing harganya antara US$100 sampai US$150, malah terjual masing-masing US$850 ribu.

    Barang-barang yang dilelang itu baru sebagian kecil milik Madoff yang bakal dijual pemerintah dan uangnya dibagikan kepada para korban penipuan.

    AP/NURKHOIRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.