PBB Nyatakan Pemilu Afghanistan Sah dan Kredibel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kai Eide dari PBB, Senator AS John Kerry dan Presiden Afganistan Hamid Karzai di Kabul, Selasa (20/10). Penyelidik yang didukung PBB hari Senin membatalkan sepertiga dari suara Presiden Hamid Karzai dalam pemilihan Agustus lalu. AP Photo/Musadeq Sade

    Kai Eide dari PBB, Senator AS John Kerry dan Presiden Afganistan Hamid Karzai di Kabul, Selasa (20/10). Penyelidik yang didukung PBB hari Senin membatalkan sepertiga dari suara Presiden Hamid Karzai dalam pemilihan Agustus lalu. AP Photo/Musadeq Sade

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Sidang Umum PBB, Senin waktu setempat, menyatakan pemilihan umum putaran kedua di Afghanistan berlangsung jujur, sah, dan kredibel.

    Dalam sidang yang diikuti 192 negara tersebut, PBB menjelaskan bahwa terpilihnya Presiden Afghanistan Hamid Karzai sudah sesuai dengan aturan main dan demokratif.

    "Penegakan hukum dan melawan korupsi merupakan agenda reformasi penting di Afghanistan," demikian salah butir keputusan Sidang.

    Selain menghasilkan pengakuan terhadap hasil pemilihan umum, Sidang juga mengeluarkan resolusi agar lembaga pemilihan umum di Afghanistan diperkuat sehingga proses demokrasi di Afghanistan tetap berjalan sesuai dengan konstitusi.

    Keputusan PBB tersebut disambut baik oleh duta besar Afghanistan untuk PBB, Zahir Tanin. Dia menyatakan pemerintah dan dirinya sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh PBB. Tanin mengakui bahwa dalam pemilihan umum awal November lalu, terdapat kekurangan namun dia berdalih bahwa dalam pemilu selalu ada yang tidak ada sempurna.

    "Memang tidak sempurna (sebab) demokrasi terancam oleh konflik," ujarnya.

    Tetapi perlu dicatat, Zahir menambahkan, pemilu di Afghanistan telah berlangsung bebas, jujur, dan transparan.

    REUTERS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.