Presiden Karzai: "Pemerintahan Saya Terbuka dan Antikorupsi"

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Afghanistan Hamid Karzai memasukan surat suara saat pemilihan presiden di Kabul (20/8). Pemilihan presiden ini dilakukan dibawah ancaman serangan Taliban. Foto: REUTERS/Lucy Nicholson

    Presiden Afghanistan Hamid Karzai memasukan surat suara saat pemilihan presiden di Kabul (20/8). Pemilihan presiden ini dilakukan dibawah ancaman serangan Taliban. Foto: REUTERS/Lucy Nicholson

    TEMPO Interaktif, Kabul - Presiden Hamid Karzai berjanji membentuk pemerintahan yang terbuka, kerja keras, dan akan memerangi korupsi. "Pemerintahan saya untuk seluruh rakyat Afghanistan dan siapapun yang mau bekerja sama dengan kami." ujarnya di depan televisi.

    Setelah terpilih untuk kedua kalinya memimpin Afghanistan, Karzai akan mendeklarasikan "Persatuan dan Perdamaian" serta akan memulai pembicaraan dengan elemen-elemen moderat di tubuh Taliban.

    Kini, Karzai memiliki modal besar. Sejumlah negara Barat telah menunjukkan dukungannya. Kendati kepemimpinan Karzai kerap dikritik, namun Barat tetap mengancungi jempol. Khususnya dalam memerangi pemberontak Pasthun yang menguasai kawasan Selatan dan Timur.

    Perdana Menteri Inggris Gordon Brown mengingatkan agar Afghanistan segera membangun kekuatan militer dan kepolisian untuk menjaga keamanan negara. "Inggris akan membantu membangun keamanan Afghanistan." ucap Brown.

    Tak ketinggalan, sekutu terdekat Afghanistan, Amerika Serikat tak hanya memberikan ucapan selamat yang disampaikan Obama melalui telepon, tetapi juga akan menggelontorkan bantuan Rp 67 miliar dan mengirimkan serdadu tambahan sebanyak 42 ribu.

    "Pekan ini pasukan AS akan segera meluncur ke Afghanistan," ujar juru bicara Gedung Putih, Selasa (3/10), waktu setempat.

    Sementara itu, di bagain barat Kota Herat, ratusan orang memadati jalan-jalan untuk merayakan kemenangan Karzai. Sebaliknya, di ibu kota Kabul tak tampak orang-orang senang atas kemenangan tersebut.

    "Selama tujuh atau delapan tahun terakhir ini dia (Karzai) telah bekerja, namun hasilnya akan sama saja." ujar Haji Daulat.

    Sejak kepemimpinannya, tambah Daulat, banyak orang tewas dan harga barang-barang melambung tinggi.

    Hamid Karzai merupakan presiden pertama Afghanistan yang dipilih melalui pemilihan presiden. Lelaki kelahiran Kandahar, 24 Desember 1957, menduduki tampuk kepemimpinan sejak 2001 setelah mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat. Karzai mengusai bahasa Pusthu, Dari, Perancis, Inggris, dan India. Ia menikah pada 1998 dengan Zinat Karzai seorang dokter, belum dikarunia momongan.

    REUTERS | GLOBALSECURITY.ORG | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.