Serangan Roket Taliban, Empat Staf PBB Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga asing diungsikan dari kawasan yang dibom kaum militan di Kabul (28/10). Tiga staf PBB tewas akibat serangan Taliban ke tempat penginapan mereka di Kabul. REUTERS/Mohammad Ishaq

    Sejumlah warga asing diungsikan dari kawasan yang dibom kaum militan di Kabul (28/10). Tiga staf PBB tewas akibat serangan Taliban ke tempat penginapan mereka di Kabul. REUTERS/Mohammad Ishaq

    TEMPO Interaktif, Kabul - Empat staf PBB yang bertugas di Kabul, Afghanistan, dilaporkan tewas akibat tembakan roket Taliban yang diarahkan ke guest house, tempat mereka tinggal, Rabu (28/10). Juru bicara PBB mengakui peristiwa itu, namun belum bisa menyebutkan kewarganegaran para korban.

    Taliban bertanggung jawab atas serangan roket tersebut seraya menyatakan menentang pemilihan umum ulang di Afghanistan yang akan digelar pada 7 November 2009.

    "Lima atau enam teroris berada di dalam hotel," ujar Wahid Sadiqi, polisi setempat.

    Saling tembak menggunakan senjata otomatis terus berlangsung antara pihak keamanan dengan Taliban di ibu kota Kabul. Asap hitam membumbung ke udara muncul dari sejumlah gedung. Termasuk ledakan besar menghantam hotel Serena, hotel mewah milik warga negara asing di Kabul.

    Selain serangan terhadap guest house, menurut pihak keamanan dan saksi mata, roket dan tembakan diarahkan ke gedung dekat istana presiden.

    "Taliban akan menyadera para pekerja PBB di Kabul," kata organisasi gerakan Islam.

    Polisi, truk-truk dilengkapi senjata, dan ambulans nampak berada di sekitar guest house. Sementara helikopter berputar-putar di atas gedung.

    Nampak petugas keamanan membawa keluar seorang perempuan dalam keadaan pincang dan menangis. Selain itu, petugas juga mengeluarkan tubuh korban dari reuntuhan gedung, belum jelas apakah kondisi korban masih hidup atau luka berat.

    REUTERS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.