Penyelidik Memastikan Kecurangan Pemilihan Afganistan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemilu AfganistanTEMPO Interaktif, Kabul - Penyelidik yang didukung PBB hari Senin membatalkan sepertiga dari suara Presiden Hamid Karzai dalam pemilihan Agustus lalu, yang mengurangi klaim kemenangannya dan menambah tekanan terhadapnya untuk menerima pemilihan lanjutan.

    Pemerintahan Barack Obama telah menunda keputusan untuk mengirim lebih banyak pasukan ke Afganistan hingga pemerintahan sah dilantik di Kabul.

    Baik Menteri Luar Negeri maupun Sekretaris Jenderal PBB mengindikasikan bahwa sebuah resolusi akan dikeluarkan.

    Clinton mengatakan Karzai berencana untuk mengumumkan tujuannya hari Selasa, seraya menambahkan bahwa dia mendorong mengarahkan situasi yang sedang berjalan.

    Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan dia berbicara dengan Karzai dan pemimpin Afgan bahwa Karzai akan sepenuhnya menghargai proses konstitusional bahkan jika itu berarti pemilihan lanjutan menghadapi penantang utamanya, mantan Menteri Luar Negeri Abdullah Abdullah.

    Temuan Komisi Pengaduan Pemilihan membatalkan suara Karzai menjadi 48 persen, di bawah 50 persen yang dibutuhkan baginya untuk melenggang mulus, menurut perhitungan pengawas pemilu independen.

    Juga, masih belum pasti apakah Komisi Pemilihan Independen, yang didominasi pendukung Karzai, akan menerima temuan itu dan mengumumkan pemilihan lanjutan.

    Juru bicara kampanye Karzai, Wahid Umar, mengatakan kubu Karzai menunggu Komisi Pemilihan secara formal mengakui temuan panel yang didukung PBB itu, sehingga memberi mereka kekuatan hukum.

    Kubu Karzai telah mengeluhkan panel itu -- terdiri atas tiga orang asing dan dua orang Afgan -- yang melakukan investigasi kecurangan, dengan mengatakan orang-orang asing itu secara tidak fair mempengaruhi temuan itu.

    AP | ERWIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.