Perancis dan Jerman Tekan Uni Eropa Berperan Bangun Kembali Afghanistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Perancis dan Jerman mengumumkan sikap mereka yang akan menekan negara-negara Uni Eropa untuk lebih meningkatkan peran mereka dalam upaya pembangunan kembali negara Afghanistan yang diperkirakan menelan biaya miliaran dolar AS. Pernyataan sikap bersama itu disampaikan Menteri Kerja Sama Perancis Charles Josselin dan Menteri Pembangunan dan Kerja Sama Ekonomi Jerman Heidemarie Wieczorec-Zeul saat mengunjungi pemerintahan sementara Afganistan di Kabul , Kamis (13/12).

    Itu dimaksudkan untuk meminta respon yang efisien dan cepat dari Uni Eropa. “Komunitas internasional diminta membantu perjuangan rakyat Afghanistan dalam membangun kembali negara mereka. Pada kesempatan ini, kami menekankan kesiapan negara kami untuk membantu masyarakat Afghanistan dalam usaha tersebut,” demikian bunyi pernyataan mereka.

    Perancis dan Jerman akan berpartisipasi dalam upaya-upaya penting yang mendukung terlaksananya pembangunan di Afghanistan dan siap bekerja sama dengan Uni Eropa untuk menjamin datangnya bantuan secara cepat dan efisien dari masyarakat Eropa.

    Menteri Kerja Sama Perancis Charles Josselin mengatakan, pihak Berlin dan Paris akan meminta pemimpin Uni Eropa untuk menyelenggarakan pertemuan antara menteri-menteri pembangunan Uni Eropa. Itu sebelum diadakan konfrensi masalah bantuan internasional yang akan diselenggarakan di Tokyo Januari 2002 mendatang.

    “Kami sudah mulai menyisihkan dana, namun belum memutuskan berapa jumlah yang akan disumbangkan untuk Afghanistan,” tutur Josselin yang pada kesempatan tersebut bertemu dengan para anggota pemerintahan sementara Afghanistan, antara lain Menteri Pertahanan Mohammed Qasim Fahim dan Menteri Dalam Negeri Yoonis Qanooni.

    Josselin mengatakan, kunjungannya ke Kabul bertujuan untuk menunjukkan bahwa negara-negara Eropa memiliki kepedulian untuk memberikan kestabilan pada negara Afghanistan dan membantu pembangunan kembali di negara itu setelah selama bertahun-tahun masyarakat internasional tidak peduli pada negara ini. (AFP/Nunuy Nurhayati)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?