Serangan Bunuh Diri di Iran, 29 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Teheran - Seorang laki-laki yang membawa bahan peledak, meledakkan dirinya sendiri ditengah-tengah para peserta yang sedang berjalan menuju sebuah konferensi antara Shiah dan Sunni di Iran bagian Selatan, Minggu (18/10), menewaskan setidaknya 29 orang, demikian media-media Iran melaporkan.

    Ledakan di kota Sarbaz, provinsi Sistan-Baluchestan itu, melukai 28 orang yang lain. Diantara yang terbunuh, lima diantaranya anggota senior pasukan elit Korps Penjaga Revolusi Iran, yang hadir di acara konferensi tersebut sebagai mediator kedua kelompok.

    Kelompok Jundullah, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, demikian kata media milik pemerintah Press TV.

    Iran yang mayoritas penduduknya Shiah menuduh Jundullah sebagai biang kekacauan diwilayah itu. Iran juga menuding Amerika Serikat dan Arab Saudi telah membiayai kelompok tersebut. Jundullah mengatakan bahwa perjuangan mereka untuk membela hak-hak kaum Sunni diwilayah yang mayoritas Shiah tersebut.

    Ali Larijani, jurubicara parlemen Iran, menuduh, "Serangan teroris itu merupakan bagian aksi Amerika Serikat dan ini merupakan tanda permusuhan mereka."

    Seorang jurubicara pemerintah Amerika Serikat menolak tuduhan tersebut. "Kami mengecam semua tindakan terorisme dan berduka cita atas tewasnya orang-orang yang tak berdosa. Tuduhan Amerika Serikat terlibat adalah sepenuhnya salah," ujar Ian Kelly kepada CNN.


    CNN l WAHYUANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.