Vodafone Terindikasi Curang di Ghana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Perusahaan telekomunikasi swasta Inggris Vodafone terindikasi berbuat curang dalam pembelian saham perusahan telekomunikasi pemerintah Ghana, hal itu terungkap dalam laporan pemerintah Ghana yang bocor.

    Kantor berita Inggris BBC melaporkan bahwa kesepakatan pembelian 70 persen saham Ghana Telecom tahun lalu yang bernilai US$900 juta tidak dibayar sesuai nilai perjanjian itu.

    Dalam laporan pemerintah itu tercatat Vodafone hanya membayar US$267.

    Saat penawaran saham berlangsung, harga resmi yang diajukan Vodafone sebenarnya sudah ditentang oleh oposisi pemerintah yang tahun lalu dimotori Partai Kongres Demokratik Nasional yang dipimpin John Atta Mills, karena dinilai terlalu rendah dibanding potensi pendapatan tahunan Ghana Telecom.

    Namun Vodafone menang walaupun kabarnya perusahaan telekomunikasi Afrika Selatan, Telcom South Africa, menawarkan harga yang lebih tinggi.

    Partai oposisi itu menjanjikan penyelidikan atas skandal itu bila memenangkan pemilihan umum Ghana, dan ternyata partai oposisi itu menang bulan Desember lalu, dan John Atta Mills kini menjadi presiden.

    BBC | RONALD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.