Kemenangan Sharon Diprediksi Akan Perkeruh Konflik Palestina-Israel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemimpin tertinggi tim perundingan Palestina, Saeb Erakat, mengingatkan akan meningkatnya aksi kekerasan yang dapat memperkeruh konflik PalestinaIsrael dalam masa pemerintahan Perdana Menteri Ariel Sharon yang kedua. Kondisi keamanan akan memburuk, proses perundingan damai akan terhenti, sementara aksi kekerasan yang dilakukan tentara Israel akan meningkat, ujarnya seperti dilansir kantor berita AFP. Sharon sendiri kembali memimpin Israel setelah partainya, Likud, Rabu (29/1), menang dalam pemilihan umum. Sharon juga diprediksi akan meneruskan kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan kesepakan damai PalestinaIsrael, seperti upaya pendudukan jalur Gaza dan Jericho serta aksi militer terhadap kelompok-kelompok garis keras. Hal itu ditegaskan pula oleh Juru Bicara Sharon yang mengatakan bahwa Israel bisa saja mengambil alih seluruh jalur Gaza jika kelompok-kelompok militan Palestina tetap melakukan aksi penyerangan hingga ke daerah perbatasan kedua negara seperti yang dilakukan minggu lalu. Kendati demikian, Erakat menegaskan bahwa pihaknya tetap menghormati proses demokrasi yang telah berlangsung sebagai pilihan rakyat Israel. Dia juga menyatakan bahwa pemimpin Palestina, Yasser Arafat, akan mengundang Pemerintah Israel untuk melanjutkan proses perundingan damai yang sempat terhenti setelah perundingan di Taba, Mesir, Januari 2001 lalu. (AFP/Adek)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.