San Suu Kyi Lakukan Pembicaraan Kembali dengan Junta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Tokoh prodemokrasi Burma, Aung San Suu Kyi, Rabu (7/10), mengadakan pembicaraan kembali dengan pihak pemerintah junta militer Burma. Ini merupakan pembicaraan kedua dalam pekan ini. Dan merupakan sebuah perkembangan politik baru yang penting di Burma, setelah sejak tahun 1990, San Suu Kyi selalu berada dalam status tahanan politik, dan pemerintah junta selalu menolak untuk berunding dengan tokoh oposisi ini.

    Aung San Suu Kyi bertemu dengan Menteri Perburuhan Aung Kyi, yang selama ini ditunjuk sebagai pejabat penghubung antara pihak Junta militer dengan pihak San Suu Kyi. Pertemuan kemarin berlangsung selama 30 menit, dan diadakan disebuah rumah milik negara di Rangoon, Burma.

    Namun hingga kini, tidak diketahui apa isi pembicaraan antara keduanya.

    Pada Sabtu (3/10) pekan lalu, mereka melakukan pembicaraan pertama di penjara Insein, Yangoon, merupakan pertemuan pertama sejak Januari 2008. Jurubicara partai National League for Democracy, yang juga pengacara Suu Kyi, Nyan Win, mengatakan fokus pembicaraan kemungkinan berpusat dengan adanya ancaman peningkatan sanksi ekonomi politik dari dunia internasional terhadap Burma, dan tawaran dari Suu Kyi untuk melobi dunia internasional agar menurunkan sanksi tersebut.

    Pertemuan pertama ini diadakan sehari setelah pengadilan banding Burma menjatuhkan hukuman perpanjangan satu tahun tahanan rumah bagi Suu Kyi.

    Aung San Suu Kyi, yang juga merupakan penerima hadia Nobel perdamaian tahun 1991. Memenangkan pemilihan umum demokratis di Burma tahun 1990 yang tidak diakui oleh Junta militer yang berkuasa, sejak itu hingga kini ia terus menerus dalam status sebagai tahanan politik, ditahan di penjara selama 8 tahun, dan dalam tahanan rumah selama 14 tahun terakhir.


    VOANEWS l WAHYUANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.