Ribuan Muslim Salat Jumat di Halaman Gedung DPR Amerika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Sekitar 3.000 muslim melakukan salat Jumat di halaman barat gedung DPR Amerika Serikat, gedung Capitol, Washington, untuk memperlihatkan bahwa mereka pekerja keras, pembayar pajak yang taat, dan warga baik yang mencintai negara.

    Meski demikian salat di tempat terbuka dan di dekat salah satu simbol kekuasaan Amerika, pada Jumat (25/9) waktu setempat atau Sabtu (26/9) dini hari di Indonesia, mengundang protes kelompok Kristen garis keras.  Sejak beberapa hari sebelumnya, kelompok Kristen garis keras menyatakan bahwa acara ini bagian dari upaya Islamisasi Amerika Serikat.

    Katib salat Jumat itu adalah Abdul Malik dari New York. Dalam kotbahnya ia meminta umat muslim untuk tidak takut berada di Amerika. "Anda tidak melakukan kesalahan apapun," katanya. "Lakukan perintah Allah dan percayalah."

    Salat Jumat di halaman Capitol ini digelar setelah umat Muslim Amerika makin sering mendapat serangan dengan kata-kata dari warga Kristen konservatif pascanaiknya Barack Obama sebagai presiden. Serangan dengan kata-kata ini juga makin keras setelah sejumlah warga muslim--termasuk seorang kiai--ditahan terkait kasus terorisme.

    Pemrakarsa acara ini, Ali Jaaber dari masjid Darul Islam di New York, mengatakan acara digelar agar umat Islam tidak perlu takut di Amerika. "Kami Muslim yang layak. Kami bekerja; kami membayar pajak; kami muslim yang benar-benar cinta negeri ini," katanya.

    Saat mereka menggelar salat Jumat, di belakang mereka ada warga muslim yang salat, ada beberapa orang Kristen lagi membawa Injil dan berdoa.

    Sedang di seberang jalan, beberapa kelompok Kristen garis keras berunjuk rasa dengan pengeras suara dan membawa poster anti-Islam. Salah satu kelompok, yang membawa salib berukuran tiga meter dan dua papan kayu bertuliskan 10 Perintah Tuhan, dipimpin oleh Pendeta Flip Benham.

    Suara berisik ini sempat membuat salah satu panitia salat Jumat, Hamad Chebli, mendatangi demontran Kristen. "Tolong hormati kami," katanya. "Ini adalah saat yang suci. Seperti di hari Minggu yang suci, Jumat kami juga suci."

    Panitia semula berharap bisa mengumpulkan sekitar 50 ribu muslim di Washington. Tapi sebagian warga muslim takut terjadi bentrokan dengan kelompok Kristen garis keras, jadi mereka tidak datang.

    WASHINGTON POST/NURKHOIRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.