Pertemuan Menlu RI-Australia-Timor Leste, Balibo Five Disebut-sebut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, New York - Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith mengatakan pertemuan trilateral antara dirinya dengan Meteri Luar Negeri RI Nur Hassan Wirajuda dan Menteri Luar Negeri Timor Leste Zacarias da Costa akan dilangsungkan di sela pertemuan sesi ke-64 Majelis Umum PBB di New York pekan ini.

    Dalam pernyataan persnya Senin, Smith mengatakan, berbagai isu regional yang menjadi kepentingan bersama ketiga negara akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Momentum ini merupakan bagian dari agenda kegiatannya selama di New York dari 19 hingga 26 September.

    Namun, ia tidak merinci isu-isu yang akan dibahas dalam pertemuan trilateral tersebut, termasuk perihal keputusan Polisi Federal Australia (AFP) menginvestigasi kasus kematian wartawan Australia di Balibo, Timor Timur, pada 1975 dan isu kontra-terorisme pasca-kematian Noor Din M Top masuk dalam agenda pertemuan.

    Sehubungan dengan pengumuman AFP 8 September lalu tentang penyelidikan kasus yang populer disebut "Balibo Five" ini, pemerintah RI tidak hanya terkejut tetapi juga menyayangkan keputusan tersebut.

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahkan mengingatkan Australia agar ikut mendukung upaya Komisi Kebenaran dan Persahabatan (CTF) Indonesia-Timor Leste mengakhiri konflik secara bijak dan melihat ke depan dengan sejumlah rekomendasi yang ditindaklanjuti Indonesia dan Timor Leste.

    "Ini penting agar hubungan dengan Australia yang sekarang dalam keadaan baik, bahkan sangat baik, tidak terganggu dengan masalah-masalah yang muncul, karena menggunakan cara berpikir, yang menurut kita tidak tepat," kata Presiden Yudhoyono di Jakarta 10 September lalu.

    Menlu Smith berada di New York sebagai bagian dari delegasi Australia yang dipimpin langsung Perdana Menteri Kevin Rudd guna menghadiri sesi ke-64 Majelis Umum PBB.

    Agenda sidang Majelis Umum PBB itu meliputi isu perubahan iklim, krisis ekonomi global, non-proliferasi dan perluncutan senjata nuklir, serta target pembangunan milenium.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.