Toney Robohkan Holyfield Di Ronde 9

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Las Vegas:James Toney benar-benar menjadi mimpi buruk bagi kelangsungan karir tinju Evander Holyfield yang dirobohkannya di ronde kesembilan.

    Sabtu Malam waktu setempat atau Ahad pagi WIB, Toney berhasil merobohkan Holyfiled di ronde 9 dengan TKO (Technical Knock Out) dalam pertarungan kelas berat non gelar yang dilangsungkan di Hotel Mandalay Bay, Amerika.

    Dalam pertarungan itu, Toney sudah mendominasi pertarungan sejak ronde dua. Selain itu, ketiga hakim yang bertugas juga sudah memberikan keunggulan angka bagi Toney sebelum pertarungan dihentikan.

    Berdasarkan penilaian ketiga hakim, Toney unggul di lima ronde, yakni ronde empat sampai ronde delapan. Dua hakim memberikan angka 78 - 74 bagi Toney, sedangkan hakim satunya memberikan angka 77-75, sebelum Toney menghentikan Holyfield di pertengahan ronde sembilan.

    Mimpi buruk Holyfield menjadi kenyataan saat pertarungan di ronde sembilan baru berjalan 1 menit 42 detik. Setelah beberapa kali mendapat pukulan telak, Toney mendaratkan dua pukulan hook kiri di tubuh lawannya hingga Holyfiled benar-benar mencium kanvas. Ketika Holyfiled berusaha bangkit, Don Turner, pelatih Holyfiled, melemparkan handuk tanda menyerah.

    "Holyfiled adalah petinju yang tangguh, dan saya sangat hormat padanya. Tapi, malam ini saya haus kemenangan...saya minta maaf karena saya harus melakukan hal ini padanya," ujar Toney yang juga pemegang sabuk kelas penjelajah IBF usai pertarungan.

    Holyfield, yang akan menginjak usia 41 tahun bulan ini, mengaku kalau ia sudah mempunyai sebuah keputusan ihwal masa depan karirnya. Ia juga berkata, "Toney memukul saya habis-habisan, dan saya tidak berhasil bertarung dengan mengeluarkan pukulan yang saya inginkan."

    Toney sendiri mengawali pertandingan dengan lamban. Akibatnya ia kehilangan kesempatan untuk menguasai ronde pertama. Namun, sesudah itu ia berhasil mengendalikan pertarungan dengan melontarkan beberapa kali pukulan, dan menunjukkan dirinya memiliki kecepatan yang lebih dibandingkan lawannya yang mantan juara dunia itu.

    Holyfield sendiri, yang dijuluki "The Real Deal", selama ini mempunyai reputasi sebagai salah seorang petarung yang tangguh di atas ring, dan mampu bertarung sampai detik pertandingan usai. "Seorang petarung adalah sosok yang tidak akan mundur. Hasil pertarungan ini tidak membuat saya akan berhenti sampai di sini," katanya setelah pertarungan di Mandalay Bay Resort itu.

    Seperti diketahui, Holyfiled adalah mantan juara kelas berat dunia sebanyak empat kali. Sebagai bekas juara dunia di kelasnya, prestasinya tak terbantahkan hampir 13 tahun sejak ia mengalahkan James 'Buster' Douglas. Pertarungan terbaiknya ketika ia berhasil memenangkan dua pertarungan keras melawan Mike Tyson, di mana saat pertarungan yang kedua, Juni 1997, Tyson didiskulasifikasi setelah ia mengigit sebagian telingan Holyfield hingga terlepas.

    ABC online/ESPN/Yandhrie Arvian


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.