Panglima Revolusi Kuba Juan Almeida Tutup Usia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Havana - Salah satu pemimpin Revolusi Kuba yang kini menjabat sebagai wakil presiden, Juan Almeida, meninggal akibat serangan jantung di usia 82 tahun.

    Almeida merupakan salah satu orang yang mendampingi Fidel Castro di awal revolusi. Almeida juga dikenal sebagai satu-satunya panglima berkulit hitam.

    Fidel Castro naik ke tampuk kekuasaan setelah menggulingkan diktator Fulgencio Batista pada 1 Januari 1959. Fidel meletakkan kekuasaan sebagai presiden dan menyerahkannya kepada sang adik, Raul Castro, tahun lalu.

    Almeida berada di pos utama pemerintahan sejak awal pemerintahan Fidel. Ia pun menjadi salah satu dari beberapa wakil presiden di Dewan Negara di bawah Raul Castro. Almeida juga tercatat sebagai anggota biro politik di Partai Komunis.

    Almeida merupakan bekas pekerja konstruksi di Havana yang ikut dalam serangan ke barak militer Moncada pada 26 Juli 1953. Serangan di Santiago de Cuba tersebut memicu terjadi gejolak di Kuba. Almeida dan Castro ditahan setelah serangan tersebut, namun akhirnya dimaafkan batista.

    Setelah lepas dari tahanan, Almeida dan Fidel hengkang ke Meksiko pada 1956 untuk mengumpulkan kekuatan dan berlatih untuk memerangi Batista.

    Menurut sebuah kantor berita Kuba, pemerintah mengumumkan hari berkabung untuk Almeida pada Minggu besok. “Nama Panglima Revolusi Juan Almeida Bosque akan selalu berada di hati dan benak para kompatriot,” tulis biro politik Partai Komunis dalam surat kabar Granma. Menurut Granma, Almeida akan dimakamkan di Sierra Maestra, pegunungan yang menjadi basis perjuangan gerilya Castro dan kawan-kawan.

    REUTERS| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.