Iran Pilih Menteri Perempuan Pertama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Parlemen Iran menyetujui usulan menteri perempuan pertama dalam 30 sejarah pemerintahan republik negara itu hari Kamis.

    Marzieh Vahid Dastjerdi, profesor berusia 50 tahun yang pernah menjadi anggota parlemen Iran mendapat persetujuan parlemen menjadi menteri kesehatan dalam kabinet Mahmoud Ahmadinejad yang baru, dan 18 menteri lainnya.

    Tiga kandidat lain ditolak oleh parlemen, dua di antaranya wanita yaitu Fatemeh Ajorlou yang diajukan sebagai menteri kesejahteraan dan keamanan sosial serta Susan Keshavarz sebagai menteri pendidikan. Ahmadinejad mengajukan 21 menteri.

    Pertentangan atas pencalonan Marzieh dikabarkan berkutat pada soal keraguan atas kemampuannya bekerja dalam pemerintahan, karena ilmuwan kampus itu tidak memiliki pengalaman memimpin rumah sakit atau dalam jajaran eksekutif.

    Media barat lainnya, The Associated Press menyebut susunan kabinet itu sebagai kabinet "garis keras" karena parlemen menyetujui usulan Ahmadinejad untuk posisi menteri pertahanan yaitu Ahmad Vahidi. Vahidi adalah mantan komandan Satuan Quds, sebuah unit dari tentara garda revolusi Iran yang diburu oleh Argentina karena dituding terlibat dalam pemboman sebuah pusat komunitas Yahudi di Buenos Aires tahun 1994.

    BBC | ASSOCIATED PRESS | WIKIPEDIA | RONALD

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.