Banjir Bandang Lenyapkan Ribuan Rumah di Burkina Faso

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif,  OUAGADOUGOU - Lima orang tewas dan 150 ribu orang kehilangan tempat tinggal di Burkina Faso pada hari Rabu. Hujan deras yang mengguyur memicu banjir di Afrika Barat itu.


    Petaka di negara tetangga Nigeria itu, setidaknya menewaskan dua orang dan 20 ribu orang harus kehilangan tempat berteduh karena hujan yang juga menyebabkan banjir besar di Senegal.

    "Kami telah mendapat tempat penampungan bagi sekitar 110 ribu orang, tetapi ada orang lain yang telah mengungsi dengan tetangga mereka," Perdana Menteri Burkina Tertius Zongo mengatakan kepada wartawan setelah rapat kabinet darurat. "Setidaknya ada 150 ribu orang harus diurus."

    Kelompok-kelompok bantuan di Ibukota Burkina Faso, Ouagadougou, yang memiliki penduduk sekitar satu juta jiwa, mengatakan air banjir telah menghancurkan jembatan, jalan-jalan dan bisa menghambat pekerjaan mereka. "Jembatan dan bendungan telah hancur, rumah sakit utama di Ouagadougou yang dekat dengan bendungan tergenang. Beberapa pasien, termasuk sekitar 60 anak-anak dievakuasi," papar Rosine Jourdain dari Palang Merah Belgia di Burkina Faso mengatakan melalui telepon.

    Ribuan orang kehilangan tempat tinggal oleh banjir di daerah kaya uranium di Agadez. Rumah-rumah mereka ambruk dan hanyut setelah Sungai Kora meluap.


    Sebuah sumber resmi mengatakan sedikitnya dua mayat telah ditemukan dan bahwa tiga orang yang hilang. Ali Hamidou, seorang pengrajin dan penduduk kota Agadez, berkata: "Ini adalah salah satu bencana terburuk dalam sejarah Agadez."

    Musim hujan dari bulan Juni secara terus menerus menyebabkan banjir dan longsor di Afrika Barat. Pada tahun 2007, sekitar 300 orang tewas dan lebih dari 800 ribu orang kehilangan tempat tinggal dan infrastruktur juga hanyut.


    REUTERS| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.