Celana Dalam Pria itu Indikator Resesi Akurat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • MEDIA.REI.COM

    MEDIA.REI.COM

    TEMPO Interaktif, Washington - Celana dalam pria ternyata bisa menjadi indikator resesi yang akurat di Amerika Serikat. Untuk melihat apakah ekonomi sedang memburuk, tinggal melihat tingkat penjualan celana dalam pria. Jika penjualan menaik, resesi mulai berakhir.

    Seperti ditulis harian "Washington Post", penjualan celana dalam pria biasanya stabil karena dianggap sebagai kebutuhan pokok. Tapi, saat ekonomi sangat buruk atau resesi, para pria berusaha memundurkan periode pembelian celana dalam. "Pembeliannya ditunda," kata Marshal Cohen, analis  senior biro riset pasar NPD Group.

    Saat resesi mulai berasa tahun lalu, penjualan celana dalam ikut melambat, riset pasar perusahaan lain, Mintel, menunjukkan. Tahun ini diperkirakan penjualan celana dalam turun 2,3 persen dibanding tahun lalu.

    Tahun depan, menurut perkirakan Mintel, penjualan celana dalam masih akan tetap turun tapi turunnya lebih kecil yakni 0,5 persen. Ini berarti penjualan celana dalam sudah membaik lagi dan--diperkirakan--ekonomi juga akan membaik.

    Laporan mulai membaiknya penjualan dilaporkan sejumlah toko seperti Sears yang mengatakan catatan memperlihatkan penjualan naik. Begitu pula di jaringan toko Target, yang selama dua bulan ini penjualan celana dalam pria naik.

    WASHINGTON POST/NK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.