Bahan Peledak Disita, Polisi Malaysia Tahan Tiga Warga Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - Kepolisian Malaysia menahan tiga warga Indonesia dalam razia yang juga menyita enam bahan peledak C4 berjenis Emulex serta empat kabel detonator di perkampungan warga Indonesia ilegal di hutan Bukit Kiara View, Desa Sri Hartamas, Kuala Lumpur, Jumat (21/8). Kepolisian Malaysia tidak menutup kemungkinan para teroris dari Indonesia tinggal di perkampungan tersebut.

    Kepala Kepolisian Daerah Brickfields Ajun Komisaris Wan Abdul Bari Wan Abdul Khalid mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan para teroris dari Indonesia tinggal di perkampungan tersebut.

    Bahan peledak yang ditemukan termasuk enam batang C4 yang disebut Emulex dan empat kabel detonator. Bahan peledak tersebut ditemukan di bawah lantai salah satu gubuk permukiman. Polisi juga menemukan lebih dari 30 parang, pisau, dan clurit yang disembunyikan di sekitar permukiman.

    Menurut Wan Abdul Bari, dalam razia Jumat, mayoritas penduduk kabur sebelum razia. Pasalnya, mereka melihat tim polisi bergerak. “Kami berhasil menangkap tiga di antara mereka termasuk seorang wanita. Mereka semua berusia sekitar 30 tahun,” ujar Wan Abdul Bari Wan Abdul Khalid seperti dikutip The Star, Sabtu (22/8).

    Menurut Wan Abdul Bari Wan Abdul Khalid, para warga yang ditangkap tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah.

    Warga sekitar mengatakan permukiman tersebut sudah ada sekitar tiga tahun.

    Sebelumnya, salah satu buronan yang diduga terkait pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton di Jakarta, Noor Din M Top, diberitakan tengah berupaya untuk menyeberang dari Indonesia ke Malaysia. Pria asal Johor tersebut diduga terlibat dalam pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton yang menewaskan sembilan orang pada 17 Juli.

    THE STAR| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.