Afganistan Hujan Roket di Hari Pemilihan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS| Caren Firouz

    REUTERS| Caren Firouz

    TEMPO Interaktif, Kabul - Rockets jatuh tersebar di beberapa kota di Afganistan saat pemilihan umum dimulai pada hari Kamis. Serangan ini membuktikan ancaman kelompok militan Taliban untuk terus mengganggu dengan kekerasan.


    afganistanToko dan kantor-kantor tutup dan tempat pemilihan dijaga ketat. Polisi memeriksa beberapa mobil di jalan-jalan di Kabul. Gubernur Provinsi Tooryalai Wesa mengatakan, di bagian selatan kota Kandahar, beberapa roket kecil mendarat sebelum pemilu dibuka. Jurnalis kantor berita Reuters mendengar dua ledakan dan dari dua sumber keamanan mengatakan empat orang luka.

    Di Kunduz utara, polisi detektif Aqtash Abdulrahman mengatakan dua roket ditembakkan, satu mendarat di dekat sebuah sekolah yang digunakan sebagai tempat pemungutan. Namun, tidak ada seorangpun yang terluka.

    Empat roket lainnya menghajar Provinsi Ghazni di barat daya Kabul, beberapa roket jatuh di dekat pemungutan suara. Sekali lagi, tidak ada seorangpun yang terluka. "Sekitar 30 orang berkumpul di sana untuk memberikan suara. Mereka semua berlari keluar," kata kepala polisi Ghazni Khial Baz Sherzai.

    Pemilu di Afganistan juga menjadi ujian bagi Presiden Amerika Serikat Barack Obama, yang telah mengirimkan pasukannya secara besar-besaran tahun ini. Usaha ini sebagai bagian dari strategi untuk menekan mundur Taliban.

    Dalam serangkaian pernyataan pada hari Rabu, Taliban mengatakan, mereka telah menyusupkan 20 orang martir untuk melakukan bom bunuh diri ke Kabul dan akan menutup semua jalan di negeri ini. Taliban juga menyatakan tidak akan bertanggung jawab atas kematian siapapun yang ikut pemilu.


    Lebih dari 30.000 pasukan Amerika telah tiba di Afghanistan tahun ini. Saat ini jumlah kekuatan internasional meninkat di atas 100.000 untuk pertama kalinya, termasuk 63.000 prajurit Amerika.

    Jenderal Stanley McChrystal Stanley, dari Amerika yang menjadi komandan pasukan NATO di Afghanistan, mengatakan dapat meminta lebih banyak ketika dia melaporkan masalah ini minggu depan. "Situasi ini serius dan kita perlu memindahkan momentum musuh, tapi kami masih bisa melakukannya," kata McChrystal kepada BBC.

    REUTERS| BBC| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.