Serangan AS ke Irak Bermotifkan Minyak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Washington:Organisasi lingkungan hidup internasional, Greenpeace, mengecam rencana serangan Amerika Serikat ke Irak dan menuduh upaya itu bermotifkan untuk menguasai minyak. Mereka juga memperingatkan bahwa setidaknya empat juta orang akan merasakan akibat langusng dari perang itu. Dalam siaran persnya, seperti dilansir AFP, Senin (27/1), Greenpeace menyatakan, dalam perang konvensional korban bisa mencapai 250 ribu dan kebanyakan sipil. Jika perang melibatkan bahan kimia atau nuklir, korban akan mencapai empat juta. Selain itu, akibat kontaminasinya pun akan dirasakan pula oleh generasi berikutnya. Greenpeace menyatakan, Presiden Amerika Serikat George W. Bush hanya ingin menguasai Irak, yang kaya cadangan minyak, untuk kepentingan industri minyak dan senjata Amerika. Karena itulah, Greenpeace menilai AS melakukan pelanggaran hukum internasional kalau melakukan aksi militer ke Irak secara sepihak. Hal senada disampaikan Forum Masyarakat Dunia di Brazil yang menolak rencana penyerangan ke Amerika ke Irak. Mereka juga beranggapan bahwa penyerangan ini merupakan keinginan Amerika untuk menguasai minyak. Satu-satunya motif dalam perang ini adalah menguasai minyak, kata Vittorio Agnoletto, perwakilan dari Forum Masyarakat Eropa. Forum Masyarakat Dunia mendesak PBB untuk bertindak dan menghentikan rencana Amerika itu. Jika PBB masih ingin punya peranan di masa depan, jangan mendukung Amerika dalam perang, kata Agnoletto. PBB harus mendengar keinginan warga dunia yang tidak menginginkan perang, tambahnya. Menanggapi tuntutan ini, Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan, meyakinkan bahwa keinginan forum itu akan dijadikan bahan pertimbangan. Dalam Suratnya, yang dibacakan oleh Nitin Desai, Annan mengatakan bahwa PBB mengahadapi ujian yang maha berat dalam sejarah. PBB atau pemerintah (Amerika) tidak akan bertindak sendiri tanpa melibatkan pihak lain, katanya. Aktifis dan pengamat politik Amerika, Noam Chomsky dalam siaran jarak jauhnya di forum mengatakan, hampir tidak ada orang di dunia ini, termasuk warga Amerika dan Inggris, yang ingin perang. "Hampir bisa dipastikan bahwa tidak banyak berlawanan, namun mereka justru telah melangkah lebih jauh dan mengakibatkan bahaya yang serius," ujarnya. (Yandi-berbagai sumber)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?