Jerman, Spanyol, dan Cina Paling Siap Untuk Energi Matahari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebuah lembaga survei industri mengumumkan sebuah hasil riset baru soal penggunaan panel tenaga surya untuk pembangkit energi di sebagian wilayah eropa dan Asia.

    Menurut Global Photovoltaic Market Forecast to 2013 fluktuasi harga minyak bumi serta tuntutan pengurangan polusi udara telah mendorong evolusi konsep energi terbarukan.

    Di Eropa kapasitas panel surya yang terpasang hingga 2008 mencapai 9 gigawatt, 90 persent di antaranya ada di Jerman dan Meksiko. Di Asia, Cina mengalami perkembangan pesat dengan memasang panel surya dengan kapasitas energi 2 gigawatt.

    RNCOS mengatakan halangan utama terhadap penggunaan sumber energi matahari saat ini adalah mahalnya infrastruktur penyerap tenaga surya, namun dengan berkembangnya penggunaan energi surya biaya produksi teknologi tersebut akan terus menurun.

    Sebuah survei terpisah yang dilakukan terhadap masyarakat di Amerika (2009 Green Power Progress Survey) menunjukkan bahwa 1.100 responden mendukung peningkatan kemampuan jaringan listrik yang ada saat ini untuk terhubung dengan teknologi pembangkit listrik dari terbarukan sekaligus memperluas penggunaan energi terbarukan.

    ITBRETAIL | ENVIRONMENT NEW SERVICE | RONALD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.