Klaim Gagalkan Serangan Teroris, Australia Tahan Empat Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Sydney - Polisi Australia menahan empat warga negara Australia dalam razia anti-teroris, Selasa (4/8). Polisi Australia sekaligus mengklaim bahwa mereka menggagalkan serangan teroris yang direncanakan para tersangka.

    Polisi menduga ada rencana serangan bunuh diri ke barak militer di Australia dengan menggunakan senjata semi-otomatis dan menyerang personel militer.

    Polisi juga menahan empat orang tersangka dalam operasi anti-teroris di Melbourne, Selasa pagi. Keempat orang tersebut berkewarganegaraan Australia, namun memiliki darah Somalia dan Libanon.

    Kepala Kepolisian Federal Australia Tony Negus mengatakan jika rencana serangan dilakukan, itu akan menjadi serangan teroris yang serius di tanah Australia.

    Polisi mengklaim sedikitnya satu orang tersangka kelompok teroris telah pergi ke Somalia. Tersangka tersebut diduga akan meminta fatwa untuk mengesahkan serangan ke barak militer Australia.

    “Kami menduga mereka berafiliasi dengan kelompok yang menamakan dirinya Al-Shabaab di Somalia,” ujar Negus. Polisi menduga target serangan tersebut adalah membunuh tentara Australia sebanyak mungkin.

    Menurut ahli terorisme dari Australia, Clive Williams, Amerika Serikat menuding kelompok Al-Shabaab memiliki keterkaitan dengan Al-Qaidah di masa lalu. Clive menambahkan Al-Shabaab diduga terlibat pengeboman di Nairobi pada 1998.

    ABC| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.