Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Berapa Banyak Warga Palestina yang Terbunuh dalam Operasi Militer Israel?

Editor

Ida Rosdalina

image-gnews
Seorang pria Palestina menggendong anak-anaknya saat dia berjalan di samping bangunan yang hancur akibat serangan Israel, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Khan Younis, di selatan Jalur Gaza, 30 Juni 2024. REUTERS/Mohammed Salem
Seorang pria Palestina menggendong anak-anaknya saat dia berjalan di samping bangunan yang hancur akibat serangan Israel, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Khan Younis, di selatan Jalur Gaza, 30 Juni 2024. REUTERS/Mohammed Salem
Iklan

TEMPO.CO, JakartaOtoritas kesehatan Palestina mengatakan bahwa operasi militer Israel, darat dan udara, di Gaza telah menewaskan lebih dari 38.000 orang, sebagian besar warga sipil. Operasi ini juga membuat sebagian besar dari 2,3 juta penduduk daerah kantung tersebut mengungsi dari tempat tinggalnya.

Perang dimulai pada 7 Oktober ketika para militan Hamas menyerbu menyeberangi perbatasan menuju komunitas-komunitas Israel. Israel mengatakan bahwa para militan tersebut menewaskan lebih dari 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyeret 253 orang ke dalam tahanan di Gaza.

Penjelasan berikuti ini menerangkan bagaimana jumlah kematian warga Palestina dihitung, seberapa terpercayanya, rincian warga sipil dan pejuang Hamas dan apa yang dikatakan tiap-tiap pihak.

Bagaimana Otoritas Kesehatan Gaza menghitung jumlah korban tewas?

Pada bulan-bulan pertama perang, jumlah korban tewas dihitung sepenuhnya dari penghitungan mayat yang tiba di rumah sakit dan data yang ada termasuk nama dan nomor identitas sebagian besar korban tewas.

Seiring dengan berlanjutnya konflik, dan semakin sedikitnya rumah sakit dan kamar mayat yang beroperasi, pihak berwenang pun menggunakan metode lain.

Sejak awal Mei, Kementerian Kesehatan memperbarui rincian jumlah korban tewas dengan memasukkan jenazah yang tidak teridentifikasi yang mencapai hampir sepertiga dari jumlah keseluruhan. Omar Hussein Ali, kepala pusat operasi darurat kementerian di Tepi Barat yang diduduki Israel, mengatakan bahwa ini adalah mayat-mayat yang tiba di rumah sakit atau pusat kesehatan tanpa data pribadi seperti nomor identitas atau nama lengkap.

Data ini juga mencakup kematian yang dilaporkan secara online oleh anggota keluarga yang harus memasukkan informasi, termasuk nomor identitas.

Apakah Jumlah Korban Tewas di Gaza sudah komprehensif?

Angka-angka tersebut "tidak mencerminkan seluruh korban karena masih banyak korban yang hilang di bawah reruntuhan", kata Kementerian Kesehatan Palestina. Pada Mei, kementerian tersebut memperkirakan sekitar 10.000 mayat tidak terhitung dengan cara ini.

Jurnal medis The Lancet menerbitkan sebuah surat dari tiga akademisi pada 5 Juli yang memperkirakan bahwa kematian tidak langsung, yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti penyakit, mungkin berarti jumlah korban tewas beberapa kali lebih tinggi dari perkiraan resmi Palestina.

Surat tersebut mengatakan bahwa "masuk akal untuk memperkirakan bahwa hingga 186.000 atau bahkan lebih banyak kematian dapat disebabkan oleh konflik saat ini di Gaza".

Para penulis mengatakan bahwa angka tersebut, yang menjadi berita utama di seluruh dunia, didasarkan pada apa yang mereka katakan sebagai estimasi konservatif dari empat kematian tidak langsung menjadi satu kematian langsung berdasarkan tren dari konflik sebelumnya.

Kantor hak asasi manusia PBB dan Laboratorium Penelitian Kemanusiaan di Yale School of Public Health juga telah mengatakan selama konflik berlangsung bahwa angka yang sebenarnya mungkin lebih tinggi dari yang dipublikasikan, tanpa memberikan rinciannya.

 

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Protes Pidato Netanyahu, 400 Demonstran Yahudi Kepung Kongres AS

1 jam lalu

Pengunjuk rasa anti-pemerintah di Bandara Internasional Ben Gurion berdemonstrasi menentang keberangkatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke AS, di mana ia dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Joe Biden dan berpidato di depan Kongres, di tengah konflik Israel-Hamas yang sedang berlangsung, di Lod, Israel, Juli  21, 2024. REUTERS/Ricardo Moraes
Protes Pidato Netanyahu, 400 Demonstran Yahudi Kepung Kongres AS

400 demonstran Yahudi berkumpul dan menolak meninggalkan gedung Kongres AS memprotes rencana pidato PM Israel Benjamin Netanyahu di Kongres AS


Unifikasi Faksi-faksi: Palestina Senang, Israel Meradang

6 jam lalu

Mahmoud al-Aloul, Wakil Ketua Komite Sentral organisasi Palestina dan partai politik Fatah, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, dan Mussa Abu Marzuk, anggota senior gerakan Islam Palestina Hamas, menghadiri acara di Wisma Negara Diaoyutai di Beijing pada  23 Juli 2024. PEDRO PARDO/Pool via REUTERS
Unifikasi Faksi-faksi: Palestina Senang, Israel Meradang

Faksi-faksi Palestina sepakat bersatu dan membentuk pemerintahan persatuan nasional disambut dengan pujian dari Palestina dan tentangan dari Israel.


Israel Berang karena Hamas Dimasukkan dalam Pemerintahan Gaza Pascaperang,

11 jam lalu

Pejabat Fatah dan Hamas menunggu pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan perwakilan kelompok dan gerakan Palestina sebagai bagian dari pembicaraan intra-Palestina di Moskow pada 12 Februari 2019. [Pavel Golovkin/Pool via Reuters]
Israel Berang karena Hamas Dimasukkan dalam Pemerintahan Gaza Pascaperang,

Israel mengecam kesepakatan yang ditengahi oleh Cina yang akan membawa Hamas ke dalam "pemerintahan rekonsiliasi nasional" di Gaza


Fatah: Walau Silang Pendapat, Joe Biden Tetap Berikan Israel Bantuan Militer

14 jam lalu

Mural Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Joe Biden di Grogol, Jakarta, Minggu 2 Juni 2024. Mural solidaritas ke rakyat Palestina terpampang di sudut jalan Jakarta. Mural pro Palestina merupakan ekspresi kecaman terhadap serangan Israel ke kamp pengungsi di Rafah. TEMPO/Fajar Januarta
Fatah: Walau Silang Pendapat, Joe Biden Tetap Berikan Israel Bantuan Militer

Fatah menilai apapun aturan dan tata cara Gedung Putih, Joe Biden tetap mendukung Israel dengan mengirimkan senajata.


Hamas Punya Daftar Tentara Israel sebagai Target Balas Dendam

15 jam lalu

Tentara yang tewas di Gaza utara pada 15 Mei 2024. Baris atas, kiri ke kanan: Sersan. Ilan Cohen, Sersan. Daniel Chemu, Staf Sersan. Betzalel David Shashuah; baris bawah, kiri ke kanan: Sersan Staf. Gilad Arye Boim, Kpt. Roy Beit Yaakov. (Israel Defense Forces)
Hamas Punya Daftar Tentara Israel sebagai Target Balas Dendam

Hamas memasukkan nama dan profil lebih dari 2000 tentara Israel, dalam daftar target potensial untuk "balas dendam" atas pembunuhan "anak-anak Gaza".


Netanyahu Klaim Kesepakatan Pembebasan Sandera di Gaza Sudah Dekat

1 hari lalu

Seorang pengunjuk rasa anti-pemerintah di Bandara Internasional Ben Gurion memegang poster dengan 120 foto sandera Hamas, saat para pengunjuk rasa berdemonstrasi menentang keberangkatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke AS, di Lod, Israel, 21 Juli 2024. REUTERS/Ricardo Moraes
Netanyahu Klaim Kesepakatan Pembebasan Sandera di Gaza Sudah Dekat

Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada yang baru dalam sikap Netanyahu.


Hamas Minta Masyarakat Dunia Ikut Intervensi Perang Gaza, Bukan Jadi Penonton

1 hari lalu

Warga Palestina melarikan diri dari bagian timur Khan Younis setelah mereka diperintahkan oleh tentara Israel untuk mengevakuasi lingkungan mereka, di tengah konflik Israel-Hamas, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, 22 Juli 2024. Militer Israel  memerintahkan warga Gaza untuk meninggalkan bagian timur kota Khan Younis, dengan alasan pihaknya bersiap
Hamas Minta Masyarakat Dunia Ikut Intervensi Perang Gaza, Bukan Jadi Penonton

Serangan Israel ke Gaza semakin sengit, Hamas meminta masyarakat dunia ikut intervensi, bukan hanya jadi penonton.


Hamas Fatah Damai, Sepakat Akhiri Perpecahan dalam Perundingan di Cina

1 hari lalu

Mahmoud al-Aloul, Wakil Ketua Komite Sentral organisasi Palestina dan partai politik Fatah, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, dan Mussa Abu Marzuk, anggota senior gerakan Islam Palestina Hamas, menghadiri acara di Wisma Negara Diaoyutai di Beijing pada  23 Juli 2024. PEDRO PARDO/Pool via REUTERS
Hamas Fatah Damai, Sepakat Akhiri Perpecahan dalam Perundingan di Cina

Berbagai faksi Palestina, termasuk Hamas dan Fatah yang bersaing, sepakat untuk mengakhiri perpecahan mereka dan membentuk pemerintahan persatuan


Israel Memperluas Serangan di Khan Younis, 70 Orang Tewas

1 hari lalu

Warga Palestina melarikan diri dari bagian timur Khan Younis setelah mereka diperintahkan oleh tentara Israel untuk mengevakuasi lingkungan mereka, di tengah konflik Israel-Hamas, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, 22 Juli 2024. Militer Israel  memerintahkan warga Gaza untuk meninggalkan bagian timur kota Khan Younis, dengan alasan pihaknya bersiap
Israel Memperluas Serangan di Khan Younis, 70 Orang Tewas

Israel memperluas serangannya di Khan Younis dengan mengirimkan tank-tank ke wilayah itu. Setidaknya 70 warga Palestina yang tewas ditembaki Israel


37 Warga Palestina di Dekat Khan Younis Tewas oleh Serangan Israel

1 hari lalu

37 Warga Palestina di Dekat Khan Younis Tewas oleh Serangan Israel

Serangan Israel telah menewaskan setidaknya 37 warga Palestina di dekat Khan Younis. Puluhan kepala keluarga mulai mengungsi lagi.