Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Rusia Tuai Kecaman di PBB atas Gelombang Serangan di Ukraina

Reporter

image-gnews
Seorang wanita berdiri saat konferensi pers usai pertemuan Dewan Keamanan tentang konflik antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas di markas besar PBB di New York, AS, 24 Oktober 2023. REUTERS/Shannon Stapleton
Seorang wanita berdiri saat konferensi pers usai pertemuan Dewan Keamanan tentang konflik antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas di markas besar PBB di New York, AS, 24 Oktober 2023. REUTERS/Shannon Stapleton
Iklan

TEMPO.CO, JakartaRusia menuai kecaman di Dewan Keamanan PBB pada Selasa setelah sekutu Ukraina menyerukan pertemuan darurat menyusul serangan mematikan oleh Moskow.

Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan 38 orang di seluruh Ukraina tewas – termasuk empat anak-anak – dan 190 orang terluka dalam gelombang hampir 40 rudal yang menargetkan beberapa kota besar dan kecil, merusak fasilitas medis, pada Senin.

“(Rusia) Sengaja mengarahkan serangan terhadap rumah sakit yang dilindungi adalah kejahatan perang dan pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban,” kata Joyce Msuya, penjabat wakil menteri urusan kemanusiaan, pada pertemuan darurat tersebut.

“Insiden-insiden ini adalah bagian dari pola serangan sistemik yang sangat memprihatinkan yang merugikan layanan kesehatan dan infrastruktur sipil lainnya di seluruh Ukraina,” tambah Msuya.

Kyiv mengatakan sebuah rumah sakit anak-anak terkena serangan rudal jelajah Rusia dengan komponen yang diproduksi di negara-negara anggota NATO, dan mengumumkan hari berkabung di ibu kota.

“Responden Pertama yang datang ke tempat kejadian segera setelah serangan itu menemukan anak-anak yang menerima pengobatan kanker di tempat tidur rumah sakit, ditempatkan di taman dan di jalan, di mana para pekerja medis dengan cepat membangun area triase,” kata Msuya.

Utusan sekutu Ukraina, Prancis, Nicolas de Riviere mengatakan, "Rusia sengaja menargetkan lingkungan pemukiman dan infrastruktur layanan kesehatan."

“Prancis mengutuk pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional ini, yang merupakan satu lagi daftar kejahatan perang yang harus dipertanggungjawabkan oleh Rusia,” katanya.

Rusia sebelumnya mengklaim kerusakan besar akibat rudal di Kyiv disebabkan oleh sistem pertahanan udara Ukraina.

“Kami terus menegaskan bahwa kami tidak menyerang sasaran sipil,” kata juru bicara Dmitry Peskov kepada wartawan dalam briefing harian Selasa.

Namun, PBB mengatakan ada "kemungkinan besar" bahwa rumah sakit anak-anak di Kyiv terkena "hantaman langsung" dari rudal yang "diluncurkan oleh Federasi Rusia".

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Rusia saat ini menjabat sebagai presiden bergilir Dewan Keamanan dan utusannya untuk PBB, Vasily Nebenzya, awal bulan ini mengindikasikan bahwa ia akan mengambil sikap tegas terhadap Ukraina dan sekutu Baratnya.

Sebagai anggota tetap badan keamanan tertinggi PBB, Moskow memiliki hak veto yang telah digunakannya beberapa kali untuk menggagalkan upaya mengecam perangnya di Ukraina.

Tampaknya Rusia akan berusaha menghalangi Ukraina berpartisipasi dalam pertemuan Selasa setelah Nebenzya mengatakan Kyiv tidak memformat surat permintaan partisipasinya dengan benar.

Ukraina dapat berpartisipasi "hanya dengan syarat Amerika Serikat memintanya... kami menyesal bahwa Ukraina tidak dapat bertindak secara independen... (dan) harus dipimpin oleh sponsornya," kata Nebenzya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menggambarkan serangan mematikan Rusia di Ukraina sebagai “sangat mengejutkan,” kata juru bicaranya Stephane Dujarric pada Senin.

Dujarric mengatakan, “serangan langsung terhadap warga sipil dan objek sipil dilarang oleh hukum kemanusiaan internasional dan serangan semacam itu tidak dapat diterima. Dan harus segera dihentikan.”

Kepala Hak Asasi Manusia PBB Volker Turk juga sependapat dengan Guterres, dengan menyebut serangan tersebut “sangat keji,” dan mengatakan bahwa “serangan tersebut merusak parah bangsal perawatan intensif, bedah dan onkologi di Okhmatdyt, yang merupakan rumah sakit rujukan anak-anak terbesar di Ukraina.”

Zelensky telah mendesak sekutunya untuk meningkatkan sistem pertahanan udara Ukraina dan diperkirakan akan memperbarui seruan tersebut ketika pertemuan puncak NATO dimulai Selasa malam di Washington.

Pilihan Editor: Biden akan Bertemu Zelensky pada KTT NATO di Washington

CNA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


5 Hal yang Bisa Menurunkan Risiko Kanker Menurut Pakar

2 jam lalu

ilustrasi kanker (pixabay.com)
5 Hal yang Bisa Menurunkan Risiko Kanker Menurut Pakar

Pakar menyebut risiko kanker, termasuk kematian akibat penyakit ini, bisa diturunkan dengan menerapkan lima hal berikut.


Maskapai Penerbangan Mengaku Rugi selama Olimpiade Paris, Kenapa?

4 jam lalu

Suasana Perkampungan Atlet Olimpiade dan Paralimpiade Paris 2024 di Saint-Denis, Prancis , 2 Juli 2024. REUTERS/Benoit Tessier
Maskapai Penerbangan Mengaku Rugi selama Olimpiade Paris, Kenapa?

Perjalanan bisnis, jenis pariwisata lain ke Paris berpotensi mengarah ke tempat lain.


3 Kesalahan Verbal Biden di KTT NATO

7 jam lalu

Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato pada acara NATO untuk memperingati 75 tahun aliansi tersebut, di Washington, AS, 9 Juli 2024. REUTERS/Leah Millis
3 Kesalahan Verbal Biden di KTT NATO

Presiden AS Joe Biden melakukan serangkaian kesalahan verbal pada Kamis di sela-sela KTT NATO di Washington.


Kenali Efek Samping Kemoterapi pada Anak dengan Kanker

18 jam lalu

Ilustrasi kanker (pixabay.com)
Kenali Efek Samping Kemoterapi pada Anak dengan Kanker

Ada beberapa hal yang bikin masyarakat paham efek samping dari anak dengan kanker.


5 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Tingkatkan Ranking Kesehatan Indonesia

18 jam lalu

Ilustrasi dokter kulit memeriksa pasien. Foto: Freepik.com/Kroshka_Nastya
5 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Tingkatkan Ranking Kesehatan Indonesia

Untuk tingkatkan ranking kesehatan Indonesia, ahli menyarankan untuk fokus perbaikan layanan promotif preventif.


10 Negara dengan Fasilitas Kesehatan Terbaik, Korea Selatan Termasuk

21 jam lalu

Negara dengan fasilitas kesehatan terbaik. Foto: Canva
10 Negara dengan Fasilitas Kesehatan Terbaik, Korea Selatan Termasuk

Ada 10 negara di dunia yang memiliki fasilitas kesehatan terbaik sehingga bisa menunjang keselamatan dan kesejahteraan warga negaranya.


Korea Utara Kecam Deklarasi NATO soal Pengiriman Senjata ke Rusia

23 jam lalu

Korea Utara Kecam Deklarasi NATO soal Pengiriman Senjata ke Rusia

Korea Utara pada Sabtu 13 Juli 2024 mengkritik deklarasi KTT NATO yang mengecam ekspor senjatanya ke Rusia


Orang Tua Anak dengan Kanker juga Butuh Dukungan Mental

1 hari lalu

Ilustrasi kanker (pixabay.com)
Orang Tua Anak dengan Kanker juga Butuh Dukungan Mental

Kondisi anak dengan kanker seringkali memberikan dampak pada orang tua. Pentingnya berikan dukungan mental kepada orang tua ini.


AS adalah Penyedia Bantuan Militer Terbesar di Dunia, Ini Faktanya

1 hari lalu

Aktivitas bongkar muat Bradley Fighting Vehicles yang dikirim menuju Ukraina menggunakan pengangkut ARC Integrity di Transportation Core Dock di North Charleston, Carolina Selatan, 25 Januari 2023. Lebih dari 60 Bradley dikirim oleh AS sebagai bagian dari paket bantuan militer AS ke Ukraina. U.S. Transportation Command/Oz Suguitan/Handout via REUTERS
AS adalah Penyedia Bantuan Militer Terbesar di Dunia, Ini Faktanya

Tahun ini, AS mengucurkan banyak dana untuk memberi bantuan militer kepada para sekutu utamanya, yaitu Israel dan Ukraina.


Kremlin Kecam Selip Lidah Joe Biden tentang Putin: Tidak Bisa Diterima

1 hari lalu

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS
Kremlin Kecam Selip Lidah Joe Biden tentang Putin: Tidak Bisa Diterima

Di KTT NATO di Washington, Joe Biden secara keliru menyebut Presiden Ukraina Zelensky sebagai "Presiden Putin."