Perusahaan Tambang Dituding Biayai Perang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebuah lembaga non pemerintah internasional yang bekerja menyelidki kaitan operasi perusahaan tambang dengan pelanggaran hak asasi manusia, Global Witness melaporkan temuan mereka bahwa perusahaan tambang dari negara-negara barat memiliki kontribusi dalam memperpanjang konflik bersenjata di Kongo.

    Dalam laporan yang dipublikasi oleh kantor berita BBC Amalgamated Metal Corporation yang berbasis di Inggris dilaporkan telah turut menyumbang pada kelanjutan konflik di Republik Demokratik Kongo dengan membeli mineral tanpa memastikan penyalur atau pihak yang menguasai komoditas itu.

    Menurut Global Witness, AMC sudah membeli komoditas mineral dari  pedagang atau pemberontak dan tentara pemerintah yang menguasai sumber-sumber pasir besi, timah oksida, dan bahkan emas, yang kemudian menggunakan hasil penjualan itu untuk membiayai konflik.

    AMC lewat anak perusahaannya di Republik Demokratik Kongo Thaisarco membantah klaim itu.

    Global Witness bahkan menyerukan agar pemerintah Inggris agar meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menjatuhkan sanksi atas AMC, karena menurut Global Witness konflik itu sudah membuat sekitar 100.000 orang kehilangan tempat tinggal dalam beberapa bulan terakhir.

    BBC | RONALD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.