Dampak Bom Carlton-Marriott, Filipina Siaga Penuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karangan bunga di Logo Hotel Ritz Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (17/7). Hotel Ritz Carlton rencananya menjadi penginapan tim Manchester United yang batal datang ke Indonesia. Tempo/Tony Hartawan

    Karangan bunga di Logo Hotel Ritz Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (17/7). Hotel Ritz Carlton rencananya menjadi penginapan tim Manchester United yang batal datang ke Indonesia. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO Interaktif, Manila - Polisi di seantero Filipina, Sabtu (17/7), meningkatkan kewaspadaan menyusul serangan bom di Jakarta. Filipina khawatir kelompok teroris di sana meniru serangan bom di Jakarta.

    Juru bicara Kepolisian Nasional Filipina Leonardo Espina juga menyarankan masyarakat untuk melaporkan setiap aksi mencurigakan seperti orang yang meninggalkan barang atau tas di tempat-tempat umum.

    "Kami terus berhubungan dengan pihak keamanan hotel dan tempat-tempat umum seperti mal dan terminal," ujar Espina kepada radio lokal.

    Menurut Espina, polisi juga akan mendampingi kelompok-kelompok masyarakat untuk mengecek seluruh orang-orang yang dinilai mencurigakan serta kendaraan-kendaraan di tempat umum.

    "Kami meningkatkan kewaspadaan di Metro Manilla dan siaga penuh di Mindanao," ujar Espina mengenai ibu kota Filipina dan kota yang sering disebut sebagai basis Jemaah Islamiyah serta Al Qaidah.

    Espina mengatakan polisi diminta memperketat pemeriksaan di jalan raya sekitar Manila.

    Dalam pernyataannya, Menteri Luar Negeri Filipina Alberto Romulo mengutuk keras ledakan di Jakarta, Jumat. Pada Jumat (17/7) pagi, dua bom meledak di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di Kuningan, Jakarta Selatan. Akibatnya, sembilan orang tewas dan sedikitnya 55 orang terluka.

    Ledakan di Indonesia tersebut terjadi tiga pekan setelah tiga serangan bom meletus di Mindanao. Akibat insiden tersebut, sedikitnya delapan orang tewas dan lebih dari 100 orang luka. 

    ABS-CBNNEWS| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.