Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Israel Menuju Daftar Hitam PBB, Apa Konsekuensinya?

image-gnews
Pasukan IDF terlihat beroperasi di Jabaliya, Gaza utara, 14 Mei 2024 (Emanuel Fabian/Times of Israel)
Pasukan IDF terlihat beroperasi di Jabaliya, Gaza utara, 14 Mei 2024 (Emanuel Fabian/Times of Israel)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Dilansir dari Aljazeera, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menambahkan Israel ke dalam "daftar hitam" negara-negara yang telah melakukan pelanggaran terhadap anak-anak dalam konflik bersenjata, seperti yang dikonfirmasi oleh seorang diplomat Israel. Ribuan anak Palestina telah tewas akibat serangan militer Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza.

Dalam sebuah unggahan di media sosial X pada hari Jumat, 7 Juni 2024, Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan, mengatakan bahwa ia menerima pemberitahuan resmi dari Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengenai keputusan tersebut.

Erdan menyebut keputusan ini sebagai sesuatu yang "sangat keterlaluan dan salah," sembari membagikan video dirinya berbicara di telepon dan mengutuk langkah tersebut.

"Saya merespons keputusan yang memalukan ini dan mengatakan bahwa tentara kami adalah yang paling bermoral di dunia. Satu-satunya yang harus masuk daftar hitam adalah Sekretaris Jenderal yang mendorong dan mendukung terorisme dan didorong oleh kebencian terhadap Israel," tulis Erdan.

Palestina Sambut Baik Keputusan PBB

Laporan tahunan tentang anak-anak dalam konflik bersenjata telah mencatat "daftar pihak-pihak yang terlibat dalam pelanggaran terhadap anak-anak," termasuk pembunuhan dan pemutilasian, kekerasan seksual, serta serangan terhadap sekolah dan rumah sakit.

Daftar hitam ini bertujuan untuk mengecam pihak-pihak yang terlibat dalam pelanggaran terhadap anak-anak. Namun, negara-negara lain dapat menggunakan daftar ini untuk membatasi penjualan senjata kepada pelanggar.

Pejabat senior Palestina, Riad Malki, menyambut baik keputusan PBB pada hari Jumat, 7 Juni 2024,  dengan mengatakan bahwa langkah ini sudah lama tertunda. 

"Sekarang, dihadapkan dengan bencana di Gaza yang dilihat dunia dengan mata telanjang dengan genosida yang secara khusus menargetkan anak-anak dan perempuan, Sekretaris Jenderal PBB tidak lagi memiliki alasan untuk tidak memasukkan Israel dalam daftar hitam," kata Malki dalam sebuah pernyataan.

Kekejaman Israel di Palestina

Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah mengutuk dampak mengerikan dari pemboman dan pengepungan Israel di Gaza terhadap anak-anak Palestina di seluruh wilayah tersebut. Lebih dari 36.700 warga Palestina telah tewas dalam serangan Israel sejak awal Oktober, termasuk 15.571 anak, menurut kantor media pemerintah Gaza.

Para ahli PBB juga mengatakan bahwa pembatasan Israel terhadap pengiriman makanan, air, obat-obatan, dan pasokan penting lainnya telah menciptakan krisis kemanusiaan, dengan beberapa bagian wilayah pantai tersebut menghadapi ancaman kelaparan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Apa itu Daftar Hitam PBB

Daftar hitam PBB, dalam konteks pelanggaran terhadap anak-anak dalam konflik bersenjata, merujuk pada daftar tahunan yang disusun oleh Sekjen PBB yang mencantumkan pihak-pihak yang dianggap telah melakukan pelanggaran berat terhadap anak-anak dalam situasi konflik bersenjata.

Pelanggaran ini meliputi pembunuhan dan pemutilasian, perekrutan dan penggunaan anak-anak sebagai tentara, kekerasan seksual terhadap anak-anak, penculikan anak-anak, serangan terhadap sekolah dan rumah sakit, serta penolakan akses kemanusiaan kepada anak-anak.

Latar belakang pembuatan daftar ini berasal dari upaya internasional untuk melindungi hak-hak anak-anak yang terjebak dalam situasi konflik. Pada 1999, Dewan Keamanan PBB mengadopsi Resolusi 1261, yang menandai pertama kalinya masalah anak-anak dalam konflik bersenjata diakui sebagai isu keamanan dan perdamaian internasional. 

Syahdan, laporan tahunan mengenai anak-anak dalam konflik bersenjata dan daftar hitam ini dibuat sebagai alat untuk meningkatkan akuntabilitas dan mendorong tindakan untuk melindungi anak-anak.

Konsekuensi dari Masuk dalam Daftar Hitam PBB

  1. Pengawasan Internasional: Pihak-pihak yang dimasukkan dalam daftar hitam akan berada di bawah pengawasan ketat oleh komunitas internasional. Mereka diharapkan untuk mengambil langkah-langkah konkret untuk menghentikan dan mencegah pelanggaran terhadap anak-anak.

  2. Tekanan Diplomatik dan Ekonomi: Negara atau kelompok yang masuk dalam daftar ini dapat menghadapi tekanan diplomatik yang signifikan dari negara-negara anggota PBB. Tekanan ini bisa berupa kecaman internasional, sanksi ekonomi, atau pembatasan hubungan diplomatik.

  3. Pembatasan Bantuan Militer dan Ekonomi: Negara-negara anggota PBB dapat menggunakan daftar hitam ini sebagai dasar untuk membatasi atau menghentikan bantuan militer dan ekonomi kepada negara atau kelompok yang tercantum dalam daftar. Hal ini untuk memastikan bahwa bantuan tidak digunakan untuk melanjutkan atau memperburuk pelanggaran terhadap anak-anak.

  4. Stigma dan Kerusakan Reputasi: Masuknya dalam daftar hitam membawa stigma internasional dan merusak reputasi negara atau kelompok di mata dunia. Ini bisa berdampak negatif pada upaya mereka untuk mendapatkan dukungan internasional dalam berbagai isu.

  5. Dorongan untuk Reformasi: Pihak yang masuk dalam daftar hitam sering kali didorong untuk melakukan reformasi dan menunjukkan komitmen nyata untuk melindungi hak-hak anak. Ini bisa termasuk mengadopsi kebijakan baru, melatih pasukan keamanan, dan bekerja sama dengan organisasi internasional untuk mengimplementasikan langkah-langkah perlindungan anak.

Pilhan Editor: Israel Lakukan Kejahatan Lingkungan Selain Genosida, Apa Saja?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Drone Houthi Incar Kapal Dagang, Dicegat Kapal Perang Yunani

3 jam lalu

Kapal Fregat HP Psara Angkatan Laut Yunani. Hellenic Navy Photo
Drone Houthi Incar Kapal Dagang, Dicegat Kapal Perang Yunani

Milisi Houthi di Yaman dilaporkan telah menyerang sebuah kapal dagang yang melintasi Teluk Aden pada 14 Juli 2024.


Hamas Menarik Diri dari Perundingan Gencatan Senjata di Gaza

5 jam lalu

Hamas Menarik Diri dari Perundingan Gencatan Senjata di Gaza

Pembantaian di kamp pengungsi oleh Israel membuat Hamas menarik diri dari perundingan soal gencatan senjata.


RI Kutuk Pembantaian Israel di Kamp Pengungsi yang Tewaskan 90 Orang Palestina

7 jam lalu

Warga Palestina memeriksa sebuah rumah yang hancur akibat serangan Israel, di tengah konflik Israel-Hamas, di kamp pengungsi Nusairat, di Jalur Gaza tengah, 9 Juli 2024. REUTERS/Ramadan Abed
RI Kutuk Pembantaian Israel di Kamp Pengungsi yang Tewaskan 90 Orang Palestina

Kementerian Luar Negeri RI mengutuk serangan Israel ke kamp pengungsi Al Mawasi yang menewaskan 90 orang dan melukai 300 orang.


90 Warga Palestina Korban Serangan Israel, Netanyahu Tak Yakin Komandan Hamas Tewas

13 jam lalu

90 Warga Palestina Korban Serangan Israel, Netanyahu Tak Yakin Komandan Hamas Tewas

Serangan Israel menyebabkan 90 orang Palestina tewas. Israel menargetkan komandan Hamas


Pasukan Israel Gunakan JDAM buatan AS untuk Bantai Warga Palestina di Kamp al-Mawasi

14 jam lalu

JDAM yang diproduksi oleh Boeing merupakan bom jatuh bebas terarah yang menjadi senjata
Pasukan Israel Gunakan JDAM buatan AS untuk Bantai Warga Palestina di Kamp al-Mawasi

Beberapa bulan yang lalu, bom-bom JDAM ini menjadi penyebab kontroversi serius dalam dilema pengiriman persenjataan militer AS.


Serangan Israel Tewaskan 71 Warga Gaza, Hamas Bantah Komandannya di Lokasi Pembantaian

18 jam lalu

Serangan Israel Tewaskan 71 Warga Gaza, Hamas Bantah Komandannya di Lokasi Pembantaian

Klaim media Israel 'dilakukan untuk menutupi skala pembantaian mengerikan yang dilakukan tentara pendudukan,' kata Hamas


Top 3 Dunia: Kronologi Israel Curi Tanah Palestina Hingga Netanyahu Negosiasi Hamas

20 jam lalu

Orang-orang membawa jenazah seorang warga Palestina, saat pemakaman empat warga Palestina yang tewas dalam serangan udara Israel, di kamp Nour Shams, di Tulkarm, di Tepi Barat yang diduduki Israel, 3 Juli 2024. REUTERS/Raneen Sawafta
Top 3 Dunia: Kronologi Israel Curi Tanah Palestina Hingga Netanyahu Negosiasi Hamas

Berita Top 3 Dunia pada Sabtu 13 Juli 2024 diawali oleh kronologi Israel mencuri tanah Palestina selama semester pertama 2024.


Oposisi: Israel Lenyap pada 2026 jika Netanyahu Masih Berkuasa

21 jam lalu

Avigdor Lieberman. REUTERS/Baz Ratner
Oposisi: Israel Lenyap pada 2026 jika Netanyahu Masih Berkuasa

Pemimpin partai Yisrael Beiteinu, Avigdor Lieberman, mengatakan bahwa turunnya Netanyahu akan menjadi hadiah bagi warga Israel.


Houthi Terus Serang Kapal Dagang, Kapal Induk Nuklir Amerika Serikat Tiba

1 hari lalu

Kapal induk Amerika Serikat USS Theodore Roosevelt beroperasi di Laut Merah dan sekitarnya. US Central Command photo.
Houthi Terus Serang Kapal Dagang, Kapal Induk Nuklir Amerika Serikat Tiba

Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat USS Theodore Roosevelt tiba di Laut Merah untuk menghadapi milisi Houthi di Yaman.


ICJ akan Keluarkan Opini Hukum Terkait Pendudukan Israel di Palestina

1 hari lalu

Seorang pria mengibarkan bendera Palestina ketika orang-orang melakukan protes pada hari sidang publik yang diadakan oleh Mahkamah Internasional (ICJ) untuk memungkinkan para pihak memberikan pandangan mereka mengenai konsekuensi hukum pendudukan Israel di wilayah Palestina sebelum akhirnya mengeluarkan keputusan yang tidak mengikat. pendapat hukum, di Den Haag, Belanda, 21 Februari 2024. REUTERS/Piroschka van de Wouw
ICJ akan Keluarkan Opini Hukum Terkait Pendudukan Israel di Palestina

Mahkamah Internasional (ICJ) mengatakan akan mengeluarkan opini hukum terkait tindakan Israel di wilayah pendudukan Palestina