Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Serangan Udara Israel di Rafah Menewaskan 35 Orang

Reporter

image-gnews
Asap mengepul selama serangan udara Israel, di tengah konflik antara Israel dan Hamas, di Rafah, di selatan Jalur Gaza, 24 Mei 2024. REUTERS/Mohammed Salem
Asap mengepul selama serangan udara Israel, di tengah konflik antara Israel dan Hamas, di Rafah, di selatan Jalur Gaza, 24 Mei 2024. REUTERS/Mohammed Salem
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas kesehatan Palestina dan layanan darurat sipil mengungkap serangan udara Israel di Kota rafah menewaskan setidaknya 35 orang dan melukai puluhan orang. Militer Israel beralasan Angkatan Udara Israel menyerang komplek Hamas di Rafah dan serangan itu dilakukan dengan amunisi yang tepat berdasarkan data intelijen. Israel menyalahkan kepala Hamas untuk Tepi Barat dan pejabat tinggi lainnya dibalik serangan mematikan Israel ini. 

“IDF (pasukan Israel) mengetahui ada sejumlah laporan yang mengindikasikan dampak serangan dan api yang membakar sejumlah warga sipil di area yang terkena serangan. Insiden ini sedang dievaluasi,” demikian keterangan militer Israel.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza yang dikendalikan Hamas, Ashraf Al-Qidra, mengatakan ada 35 orang tewas dan puluhan orang lainnya yang sebagian besar perempuan dan anak-anak mengalami luka-luka akibat serangan. Serangan Israel tersebut persisnya terjadi di Tel al-Sultan di bagian barat Rafah, di mana ada ribuan orang berlindung di sana setelah melarikan diri dari area timur Rafah, di mana Israel mulai melancarkan serangan darat yang intensif lebih dari dua pekan lalu.  

Komite palang merah internasional mengatakan halaman rumah sakit di Rafah menerima banyak korban jiwa, begitu pula rumah sakit lainnya yang menerima pasien dalam jumlah yang banyak. Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri menggambarkan serangan Rafah sebagai sebuah pembantaian, yang menuntut pertanggung jawaban dari Amerika Serikat karena membantu mengucurkan bantuan senjata dan uang ke Negeri Bintang Daud.           

“Serangan udara Israel membakar tenda-tenda, membuat tenda meleleh dan tubuh orang-orang yang berlindung dalam tenda itu ikut meleleh,” kata seorang saksi mata yang tiba di rumah sakit Kuwaiti di Rafah.   

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pada Minggu pagi, 26 Mei 2024, militer Israel mengatakan ada delapan rudal yang melintasi wilayah Rafah yang terletak di selatan Jalur Gaza, di mana Israel meningkatkan operasi militernya meskipun putusan Mahkamah Internasional (ICJ) pada Jumat, 24 Mei 2024, memerintahkan agar Tel Aviv segera menghentikan serangannya ke Rafah. Ada beberapa rudal yang berhasil dicegat, namun belum ada laporan korban jiwa. 

Sumber: Reuters

Pilihan editor: 5 Fakta Terkait Perintah ICJ ke Israel Setop Serangan ke Rafah

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Dokter Lintas Batas: Rumah Sakit di Gaza Krisis Fasilitas Dasar

7 jam lalu

Seorang pasien Palestina terbaring di tempat tidur di Gereja Baptis di tengah konflik Israel-Hamas, di Kota Gaza, 1 Juli 2024. Gereja St. Philip diubah menjadi klinik lantaran krisis rumah sakit di Gaza akibat tingginya jumlah pasien di tengah serangan Israel. REUTERS/Dawoud Abu Alkas
Dokter Lintas Batas: Rumah Sakit di Gaza Krisis Fasilitas Dasar

Rumah sakit di Jalur Gaza kekurangan fasilitas dasar yang dapat menyebabkan kematian warga lebih banyak setiap detiknya.


Militer Israel Lanjutkan Serangan di Gaza

17 jam lalu

Sejumlah pria membawa pengungsi  yang terluka pasca serangan Israel di daerah Al-Mawasi di tengah konflik Israel-Hamas, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza 13 Juli 2024. REUTERS/Hatem Khalederah A
Militer Israel Lanjutkan Serangan di Gaza

Militer Israel kembali menghujani wilayah tengah Gaza dengan bom pada Rabu, 17 Juli 2024, termasuk ke Rafah.


Kepala Staf Militer Israel Tuntut Netanyahu Minta Maaf

22 jam lalu

Kepala Staf Angkatan Darat Israel Herzi Halevi. Reuters
Kepala Staf Militer Israel Tuntut Netanyahu Minta Maaf

Sejak dimulainya perang di Gaza, perselisihan antara Netanyahu dan para pemimpin militer telah berulang kali muncul,


Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Tiga Anak Suriah

1 hari lalu

Roket yang diluncurkan dari Lebanon ke Israel melewati perbatasan, di tengah permusuhan lantara Hizbullah dan pasukan Israel, di sisi Israel 27 Juni 2024. REUTERS/Ayal Margolin
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Tiga Anak Suriah

Serangan terpisah Israel pada Selasa di Lebanon selatan menewaskan lima orang termasuk tiga anak Suriah.


Dalam 1 Jam, 57 Warga Gaza Tewas akibat Tiga Serangan Udara Israel

1 hari lalu

Warga Palestina mengais barang-barang yang bisa digunakan di tempat pembuangan sampah, di tengah konflik Israel-Hamas, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, 15 Juli 2024. REUTERS/Hatem Khaled
Dalam 1 Jam, 57 Warga Gaza Tewas akibat Tiga Serangan Udara Israel

Setidaknya 57 warga Palestina tewas akibat tiga serangan udara Israel di Gaza dalam waktu kurang dari satu jam pada Selasa malam


Update Korban Perang Gaza: 57 Tewas di Selatan dan Tengah Gaza

1 hari lalu

Warga Palestina membawa putrinya pasca serangan udara Israel pada sebuah sekolah PBB yang menampung para pengungsi, di tengah konflik Israel-Hamas, di Nusairat di Jalur Gaza tengah, 14 Juli 2024. REUTERS/Ramadan Abed
Update Korban Perang Gaza: 57 Tewas di Selatan dan Tengah Gaza

Serangan Israel pada 16 Juli 2024, setidaknya menewaskan 57 orang di wilayah selatan dan tengah Gaza.


Hari ke 284: Setelah 38.713 Korban Jiwa, Pasukan Israel Lakukan Dua Pembantaian Baru

1 hari lalu

Sejumlah warga berada di antara puing-puing setelah serangan Israel  di tengah konflik Israel-Hamas, di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza tengah, 9 Juni 2024 .REUTERS/Abed Khaled
Hari ke 284: Setelah 38.713 Korban Jiwa, Pasukan Israel Lakukan Dua Pembantaian Baru

Pasukan Israel terus melanjutkan kejahatannya terhadap warga Palestina, membantai keluarga-keluarga di Gaza.


Israel Kembali Serbu Jalur Gaza setelah Serangan Mematikan di Al-Mawasi

2 hari lalu

Israel Kembali Serbu Jalur Gaza setelah Serangan Mematikan di Al-Mawasi

Militer Israel menyerbu Gaza tengah dan selatan setelah serangan mematikan pada akhir pekan di daerah Al-Mawasi, Gaza selatan menewaskan sedikitnya 90 orang.


Direktur UNRWA Gambarkan Situasi Mengerikan di Gaza: Rumah Sakit Dipenuhi Bau Darah

2 hari lalu

Warga Palestina berkumpul di lokasi serangan udara Israel pada sebuah sekolah PBB yang menampung para pengungsi, di tengah konflik Israel-Hamas, di Nusairat di Jalur Gaza tengah, 14 Juli 2024. REUTERS/Ramadan Abed
Direktur UNRWA Gambarkan Situasi Mengerikan di Gaza: Rumah Sakit Dipenuhi Bau Darah

Scott Anderson, Direktur UNRWA di Gaza, mengunjungi sebuah rumah sakit di Khan Younis setelah menyusul serangan mematikan Israel di Al-Mawasi.


Hamas Komitmen Tidak akan Mundur dari Pembicaraan untuk Gencatan Senjata

3 hari lalu

Warga Palestina berkumpul di lokasi serangan udara Israel pada sebuah sekolah PBB yang menampung para pengungsi, di tengah konflik Israel-Hamas, di Nusairat di Jalur Gaza tengah, 14 Juli 2024. REUTERS/Ramadan Abed
Hamas Komitmen Tidak akan Mundur dari Pembicaraan untuk Gencatan Senjata

Hamas menilai serangan Israel yang semakin sengit hanya untuk menunda-nunda pembicaraan gencatan senjata