Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Percobaan Pembunuhan Paus Yohanes Paulus II 43 Tahun Lalu, Misteri Motif Mehmet Ali Agca

image-gnews
Paus Yohanes Paulus II menemui pembunuhnya, Mehmet Ali Agca di penjara Rebibbia, Roma, Italia pada 27 Desember 1983. [MIRROR.CO.UK]
Paus Yohanes Paulus II menemui pembunuhnya, Mehmet Ali Agca di penjara Rebibbia, Roma, Italia pada 27 Desember 1983. [MIRROR.CO.UK]
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pada 13 Mei 1981, Mehmet Ali Agca menembak dan melukai Paus Yohanes Paulus II di Lapangan Santo Petrus, Vatikan. 

Saat itu, pukul 17.19 waktu setempat, Paus Yohanes Paulus II sedang melakukan kunjungan terhadap umat untuk Audiensi Umum pada hari Rabu. Ia sedang membawa seorang gadis kecil ke pelukannya dan kemudian mengulurkannya kembali pada orang tuanya. Tak berselang lama, terdengan letusan tembakan sebanyak empat kali.

Paus Yohanes Paulus II tertembak oleh peluru pertama di bagian perut dan tembakan kedua di tangan kiri. Ia pun ambruk di kendaraan terbuka yang sedang membawanya berkeliling lapangan. Penembakan tersebut membuat umat panik dan akhirnya Paus dilarikan ke Rumah Sakit Gemelli Roma untuk dilakukan tindakan operasi. 

Motif  Mehmet Ali Agca, penembak Paus Yohanes Paulus II ini masih menjadi misteri. Ia tercatat mengubah pernyataannya beberapa kali. Pada 1970-an, Agca pernah bergabung dengan kelompok teroris sayap kanan Turki yang disebut Gray Wolves atau Serigala Abu-abu.

Kelompok ini dianggap bertanggung jawab atas pembunuhan ratusan pejabat publik, penyelenggara buruh, jurnalis, dan aktivis sayap kiri sebagai bagian dari misi mereka membersihkan Turki dari pengaruh sayap kiri. Gray Wolves ternyata memiliki hubungan dekat dengan politisi sayap kanan, petugas intelijen, dan komandan polisi. 

Pada Februari 1979, editor surat kabar liberal bernama Abdi Ipekci dibunuh di dekat rumahnya di Istanbul, Turki.  Agca pun ditangkap dan didakwa atas kejahatan itu. Sambil menunggu persidangannya, ia melarikan diri dari penjara militer pada November 1979. 

Di selnya, ia meninggalkan sepucuk surat yang terkait rencana perjalanan Yohanes Paulus II ke Turki. Surat itu berbunyi: 

“Imperialis Barat yang takut akan kesatuan kekuatan politik, militer, dan ekonomi Turki dengan negara-negara Islam yang bersaudara mengirim Komandan Tentara Salib Yohanes Paulus di bawah topeng seorang pemimpin agama. Jika kunjungan yang tidak tepat waktu dan tidak berarti ini tidak dibatalkan, saya pasti akan menembak paus. Inilah satu-satunya alasan saya melarikan diri dari penjara.” 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pada 27 Desember 1983, Paus Yohanes Paulus II sempat mengunjungi dan memaafkan  Agca di Rebibbia Prison di Roma, Italia. Ia membacakan Regina Caeli atau doa ratu surga untuk menghormati Bunda Maria dan memberikan pengampunan kepada Agca.Ia bahkan menyebut Agca sebagai saudara.

Kendati telah dimaafkan, Agca tetap dijatuhi beberapa hukuman, seperti penjara seumur hidup di Italia dan hukuman mati akibat pembunuhan terhadap Abdi Ipekci. Namun, seluruh hukuman tersebut akhirnya tidak dijatuhi kepada Agca karena pada 18 Januari 2010 ia mendapatkan bebas bersyarat.

Setelah bebas dari penjara, Agca memperlihatkan diri kepada publik di Vatikan pada 27 Desember 2014. Saat itu, ia menaruh bunga mawar putih di makam Santo Yohanes Paulus II dan menyatakan bahwa ia ingin bertemu dengan Paus Fransiskus. Namun, permohonannnya tersebut tidak terpenuhi.

Beberapa tahun setelah kebebasannya dari penjara, Mehmet Ali Agca bercerita kepada The Mirror bahwa ia menyesal telah melakukan percobaan pembunuhan kepada Paus Yohanes Paulus II dan menyatakan bahwa Uni Soviet merupakan otak atau dalang di balik percobaan pembunuhan tersebut.

MICHELLE GABRIELA  | EIBEN HEIZIER | AMELIA RAHIMA SARI

Pilihan Editor: Paus Yohanes Paulus II Memaafkan Penembaknya Mehmet Agca 41 Tahun, Lalu Siapa Mehmet Ali Agca?

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Yordania Mengecam Israel yang Anggap UNRWA Organisasi Teroris

44 menit lalu

Seorang pria Palestina membawa karung tepung di luar pusat distribusi makanan PBB di kamp pengungsi Al-Shati di Kota Gaza, 17 Januari 2018. AS adalah donor terbesar (U.N. Relief and Welfare Agency) UNRWA selama beberapa dekade. REUTERS/Mohammed Salem
Yordania Mengecam Israel yang Anggap UNRWA Organisasi Teroris

Yordania mengecam keputusan Parlemen Israel karena memasukkan UNRWA dalam daftar organisasi teroris.


Industri Pariwisata Turki Panik, Turis Lokal Banyak yang Pilih Liburan ke Yunani karena Bebas Visa

1 hari lalu

Sejumlah balon udara panas terbang di langit Cappadocia, Turki, pada 10 Juli 2022. Untuk menikmati keindahan di kawasan ini, wisatawan rela naik balon udara sejak dinihari. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Industri Pariwisata Turki Panik, Turis Lokal Banyak yang Pilih Liburan ke Yunani karena Bebas Visa

Banyak penduduk Turki merasa lebih murah berlibur ke Yunani daripada menginap dan makan di salah satu resor di negara mereka sendiri.


BNPT Resmikan Museum Penanggulangan Terorisme

7 hari lalu

Kepala BNPT Komjen Rycko Amelza Dahniel, memperkenalkan program deradikalisasi pada Delegasi Jepang di Kantor Pusat BNPT Sentul, Rabu 26 Juni 2024.
BNPT Resmikan Museum Penanggulangan Terorisme

Museum BNPT sebagai salah satu strategi penanggulangan terorisme, khususnya menjadi media edukasi kepada masyarakat.


Diplomat Uni Eropa Tolak Upaya Israel Labeli UNRWA sebagai Organisasi Teroris

7 hari lalu

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell. REUTERS/Piroschka van de Wouw
Diplomat Uni Eropa Tolak Upaya Israel Labeli UNRWA sebagai Organisasi Teroris

Diplomat utama Uni Eropa Josep Borrell kembali menolak segala upaya Israel untuk melabeli UNRWA sebagai "organisasi teroris".


Bertemu Imam Besar Al Azhar, Megawati Bicara Soal Perdamaian dan Keadilan Global

11 hari lalu

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri menandatangani berita acara pelantikan pengurus Jaringan Kota-Kabupaten Tapal Sejarah Bung Karno (Jaket Bung Karno) di Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat 31 Mei 2024. Dalam kunjungan yang merupakan rangkaian dari peringatan Hari Lahir Pancasila 2024, Megawati Soekarnoputri mengukuhkan pengurus Jaringan Kota-Kabupaten Tapal Sejarah Bung Karno (Jaket Bung Karno). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Bertemu Imam Besar Al Azhar, Megawati Bicara Soal Perdamaian dan Keadilan Global

Megawati mengapresiasi inisiatif dan prakarsa Imam Besar Al Azhar bersama Paus Fransiskus dalam melahirkan Piagam Human Fraternity.


Erdogan: Pemerintahan Biden Terlibat dalam Kejahatan Perang Israel di Gaza

11 hari lalu

Presiden Turki Tayyip Erdogan berbicara saat konferensi pers dengan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis (tidak terlihat) di Istana Kepresidenan di Ankara, Turki, 13 Mei 2024. REUTERS/Umit Bektas
Erdogan: Pemerintahan Biden Terlibat dalam Kejahatan Perang Israel di Gaza

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik Amerika Serikat yang terus "mengabaikan pelanggaran-pelanggaran" yang dilakukan Israel di Gaza dan malah memberikan dukungan kepadanya.


7 Negara Tersepi di Dunia Berdasarkan Jumlah Penduduk

13 hari lalu

Negara tersepi di dunia, Vatikan. Foto: Canva
7 Negara Tersepi di Dunia Berdasarkan Jumlah Penduduk

Bagi Anda yang menyukai ketenangan, sepertinya cocok untuk berkunjung ke negara tersepi di dunia. Negara ini memiliki jumlah penduduk yang sedikit.


Deklarasi Pembubaran Jamaah Islamiyah Dilakukan di Hotel Daerah Sentul

15 hari lalu

Belasan pentolan Jamaah Islamiyah mendeklarasikan pembubaran kelompok teroris itu. Diduga ada motif ekonomi.
Deklarasi Pembubaran Jamaah Islamiyah Dilakukan di Hotel Daerah Sentul

Deklarasi pembubaran Jamaah Islamiyah dihadiri ratusan tokoh organisasi jaringan teroris itu dari berbagai daerah di Indonesia.


Balon Udara Mendarat Darurat di Fairy Chimney Turki, Ini Profil Cappadocia

19 hari lalu

Nevsehir, Cappadocia, Turki. Terlihat beberapa balon udara terbang tinggi, untuk dapat menerbangkan balon tersebut diperlukan pelatihan seperti seorang pilot. Sebelum terbang balon-balon tersebut dipanaskan dengan gas, sehingga dapat terbang. 23 Desember 2014. Murat Oner Tas/Anadolu Agency/Getty Images.
Balon Udara Mendarat Darurat di Fairy Chimney Turki, Ini Profil Cappadocia

Viral video di berbagai aplikasi media sosial sebuah balon udara raksasa di Cappadocia yang membawa 2 pilot dan 20 orang turis mendarat darurat.


Ignasius Jonan Menjadi Ketua Panitia Kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia Awal September 2024

19 hari lalu

Duta Besar Vatikan untuk Indonesia (Nuntius Apostolik), Mgr. Piero Pioppo menyematkan bintang penghargaan kepada Ignasius Jonan di Kedutaan Besar Vatikan, Rabu, 15/11/2023. (Foto: HIDUP/F.Hasiholan Siagian)
Ignasius Jonan Menjadi Ketua Panitia Kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia Awal September 2024

Ignasius Jonan jadi ketua panitia kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia pada awal September nanti. Siapa lagi yang terlibat dalam penyambutan?