Peringatan 14 Tahun Pembantaian Muslim Bosnia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ap|amel emric

    ap|amel emric

    TEMPO Interaktif , Srebrenica - Mereka banyak yang tertunduk. Mata berlinang. Ada yang mengatupkan kedua tangan di mulutnya. Lebih dari 20 ribu muslim berkumpul di pemakaman Srebrenica, Sabtu (11/7) ini. Masih segar dalam ingatan, 14 tahun lalu terjadi pembantaian massal dan ditempat itu ada 534 korban tak dikenal dikubur.

    bosnia

    Sesuai dengan tradisi Islam, mereka mendoakan jenazah yang telah dimakamkan di sebuah pemakaman di luar kota sebelah timur. Kuburan dibungkus kain berwarna hijau, mereka tewas dalam sebuah pembantaian keji dalam perang Bosnia dari Tahun 1992-1995.

    534 korban yang ada kuburannya itu adalah bagian dari 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim yang dibunuh oleh pasukan Serbia. Kemudian pasukan Persatuan Bangsa Bangsa melindungi daerah tersebut 11 Jul 1995 dan berkomitmen bahwa ini adalah pembantaian terkeji sejak Perang Dunia II.

    Korban-korban yang tewas itu, saat masih hidup berusia antara 14 sampai 72, yang dalam banyak kasus ditemukan di kuburan massal kedua di mana mereka telah dipindahkan dari lokasi awal di pemakaman, sebagai tawaran oleh Serbia untuk menutupi kejahatan perang mereka.

    "Walaupun kita telah mati-matian mencari dalam beberapa tahun, sangat berat menerima panggilan telepon bahwa ayahku telah diidentifikasi," kata Nurveta Guster, 27 tahun. "Saya melihat dia untuk terakhir kali di rumah kami di Srebrenica. Dia lari saat dikejar dan mencoba untuk melepaskan diri."

    "Kejadiannya seperti baru saja dialami, saya teringat lagi," kata Guster, yang paman dan keponakannya berusia 18 tahun juga dikuburkan.

    Sedang Hatidza Mehmedovic, yang berusia 60 tahun, sampai kini masih tetap mencari anaknya. "Keluarga saya menjadi korban dan sampai kini saya masih menderita karena belum menemukannya," katanya.

    Zelicko Komsic, orang Kroasia dan anggota presiden tripartit Muslim Bosnia Haris Silajdzic, menghadiri upacara bersama-sama dengan masyarakat internasional yang mewakili Valentin Inzko. Tidak ada pejabat senior Serbia yang hadir.

    "Kita harus kembali mengakui bahwa dunia gagal untuk bertindak, gagal untuk mencegah pembantaian di Srebrenica yang tak bersahal," ujar duta besar Amerika di Bosnia Charles English.

    Parlemen Eropa pada bulan Januari menyatakan tanggal 11 Juli ini sebagai peringatan genosida di Srebrenica dan memanggil negara-negara di seluruh dunia untuk mendukung gerakan ini.

    Perang antar etnis di Bosnia memaksa 100.000 orang meninggalkan negara yang terbelah menjadi dua badan otonom - yang Muslim Federasi Kroasia dan Serbia menjadi Republik Srpska.

    Sejauh ini ada sekitar 3.200 korban di Srebrenica telah dimakamkan di pemakaman. Ahli forensik dari Komisi Internasional Orang Hilang mengatakan mereka telah mengidentifikasi 6.186 orang-orang yang tewas dalam pembantian. Korban pembantaian yang awalnya dimakamkan di belasan kuburan massal.

    Pemimpin Serbia Bosnia Radovan Karadzic, yang diduga sebagai pelaku utama yang melakukan kejahatan perang, telah terangkap tahun lalu dan sedang menunggu persidangan. Sementara wakil penglima tentara Ratko Mladic masih menjadi buronan sampai kini.



    WN.COM|PBS.ORG| BBC| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.