Malaysia Akan Segera Deportasi Misuari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Gubernur Wilayah Otonomi Muslim Mindanao (ARMM), Filipina Selatan Nur Misuari, yang tertangkap polisi Malaysia saat akan mencoba lari ke negeri Jiran itu, akan segera di deportasi dan tidak dikenakan tuduhan memasuki wilayah Malaysia secara ilegal. Padahal, Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo meminta agar pemimpin Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) itu ditahan di Malaysia.

    Deputi Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi seperti dikutip oleh harian Sunday Star edisi Minggu ( 25/11) mengatakan menahan Misuari di Malaysia akan menimbulkan kesan bahwa pemerintah Malaysia melindungi Misuari. “Atau bahkan dituduh mencampuri urusan dalam negeri Filipina,” kata dia.

    Misuari yang meminta suaka namun ditolak pemerintah Malaysia itu, menjadi buronan pemerintah Filipina sejak sebanyak 600 pengikutnya menyerang sejumlah pos polisi dan militer di Pulau Jolo, Senin 19/11) kemarin. Karena itu Abdullah yakin pemerintah Filipina sangat menginginkan Misuari dikirim ke negara itu. “Karena itu kami akan mengirimkan dia kembali,” ujar Abdullah.

    Misuari dan enam pengikutnya telah ditangkap oleh kepolisian Malaysia di Pulau Jampiras, Sabtu (24/11) dini hari waktu setempat. Jampiras adalah pulau terdekat dari perairan perbatasan internasional Filipina – Malaysia, yang dapat ditempuh 30 perjalanan dengan motorboat dari kota Sandakan, Sabah, Malaysia.

    Pelarian Misuari dan kelompoknya menyusul pertempuran antara kelompok pimpinannya dengan pemerintah Filipina, pekan lalu, yang memakan korban 160 jiwa. Diantaranya empat tentara pemerintah dan tujuh warga sipil. (AFP/Deddy Sinaga-Tempo News Room)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.