Presiden Gloria Arroyo Menolak Menerima Misuari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Filipina, Gloria Arroyo menolak deportasi pemimpin Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), Nur Misuari, setelah ditangkap petugas kepolisian Sabah, Malaysia, Sabtu (24/11) dini hari. “Kami akan membiarkan Malaysia menginvestigasi dan menghukumnya dengan hukum mereka,” ujar Gloria kepada AFP melalui telepon, Minggu (25/11) pagi.

    Misuari ditangkap bersama enam pengikutnya di Pulau Jampiras, perairan Sabah, Malaysia Sabtu (24/11) dini hari pukul 03.30 waktu setempat. Pulau Jampiras adalah pulau terdekat dengan tapal batas internasional antara Filipina dan Malaysia, yaitu sekitar 30 menit menggunakan perahu dari Sandakan, Sabah.

    Minggu pekan lalu (18/11), Misuari telah mengumumkan perang melawan pemerintah Filipina dan langsung melakukan serangan ke pangkalan militer pemerintah di Pulau Jolo, selatan Filipina. Serangan itu menewaskan 51 orang, 48 orang diantaranya adalah pasukan Misuari sendiri, sementara sisanya adalah tentara pemerintah. Akibat serangan yang diduga untuk mencegah pemilihan umum dalam wilayah otonomi khusus muslim yang sedianya dilaksanakan pada 26 November ini, Misuari menjadi orang yang paling dicari-cari di Filipina. (AFP/AP/Deddy Sinaga)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.