Tabrakan Kereta di Washington DC, Enam Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Washington: Sebuah kereta transit Metro menabrak bagian belakang kereta lainnya di ibu kota Washington DC pada jam sibuk Senin sore. Kecelakaan itu menewaskan setidaknya enam orang dan melukai beberapa orang lainnya.

    Kecelakaan itu merupakan yang terburuk dalam sejarah sistem Metrorail sepanjang 33 tahun. Juru bicara pemadam District of Columbia Alan Etter mengatakan pihaknya harus melakukan tindakan pembedahan untuk mengeluarkan beberapa orang dari kecelakaan itu.

    Tim penyelamatan harus menopang bagian atas kereta untuk membantu korban, sementara kursi-kursi kereta terhempas ke rel.

    Wali Kota District of Columbia Adrian Fenty mengatakan enam orang tewas, sementara Kepala Pemadam Dennis Rubin mengatakan tim penyelamat merawat 76 orang di lokasi dan mengirim beberapa dari mereka ke rumah sakit lokal, enam di antaranya dalam kondisi kritis. Pejabat Metro mengatakan korban tewas termasuk seorang perempuan operator kereta.

    Kecelakaan itu terjadi pukul 5 sore waktu setempat. Kecelakaan itu terjadi pada jalur merah sistem Metrorail, atau jalur tersibuk, yang sebagian besar jalurnya di bawah tanah, namun saat kecelakaan kereta berada di ground dekat perbatasan Maryland di timur laut Washington.

    Kepala Metro John Catoe mengatakan kereta pertama sedang berhenti di rel, menunggu kereta lain berangkat dari stasiun di depannya, ketika kereta lain menabrak dari belakang.

    Para pejabat tidak memberi penjelasan atas kecelakaan itu. Badan Keselamatan Transportasi Nasional melakukan penyelidikan dan mengirim sebuah tim ke lokasi kecelakaan.

    Kepolisian District of Columbia dan FBI juga turun ke lokasi untuk memantu mencari reruntuhan serta korban cedera dan tewas, serta bukti-bukti lainnya.

    AP | ERWIN Z 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.