Pilot Tempur Israel Tolak Misi ke Palestina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Yerusalem: 25 pilot reguler dan cadangan Angkatan Udara Israel menolak perintah melakukan misi ke wilayah teritorial Palestina. Para pilot tersebut, sebagaimana dilaporkan sebuah radio Israel, Rabu (24/9), menyerahkan petisi penolakan perintah kepada Kepala Angkatan Udara Israel Jenderal Dan Haloutz. Radio itu juga menyebutkan, tindakan ini adalah yang pertama kalinya dalam sejarah Angkatan Udara Israel bahwa ada pilotnya yang menolak perintah dan memberikan petisi. Angkatan Udara Israel sendiri terdiri dari 190 tentara reguler dan 450 ribu tentara cadangan. Israel belakangan memang mengumumkan perang total terhadap kelompok militan Hamas menyusul gelombang serangan yang diklaim dilakukan kelompok tersebut. Israel juga mengatakan terus melanjutkan kebijakan 'pembunuhan sasaran tertentu' terhadap pemimpin kelompok-kelompok bersenjata Palestina. Rangkaian pembunuhan-yang dikecam oleh komunitas internasional, biasanya dilakukan oleh kekuatan udara seperti helikopter dan jet tempur, mengakibatkan jatuhnya korban sipil. Sebelumnya, pada 25 Januari 2002, 52 tentara cadangan Angkatan Darat Israel juga menolak melakukan tugas di teritorial Palestina. AFP/Ucok Ritonga - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.