Kelompok Taliban Diduga Bertanggung Jawab atas Bom Bunuh Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif , Lahore: Kelompok Taliban Pakistan dilaporkan mengaku bertanggung jawab atas bom bunuh diri yang meledakkan kantor polisi dan menewaskan 30 orang dan melukai 260 orang.

    Organisasi Amerika yang khusus mengwasi gerakan Islam Elif Media, mengatakan bahwa kelompok yang menyebut dirinya sendiri “Tehrik-i-Taliban Punjab” menyatakan bertanggung jawab melalui situs Turkish Jihadist.

    Sementara otoritas Lahore menyatakan pelaku mengunakan senjata, granat dan mobil van yang berisi penuh dengan bom dan yang menjadi terget adalah kantor polisi dan agen intelijen Pakistan. Serangan ini dipercaya sebagai bentuk balas dendam kelompok Taliban setelah kampanye militer menghadapi Taliban di lembah Swat.

    Menurut Menteri Hukum Rana Sanaullah, ada dua laki-laki yag keluar dari mobil dan menembakkan senjatanya ke polisi yang berjaga di pintu gerbang sebelum ledakan terjadi.

    “Saya percaya pelaku adalah elemen anti-Pakistan, yang menginginkan ketidakstabilan negara kami dan ingin menghancurkan kota-kota kami,” ujar Menteri Dalam Negeri Rejhman Malik.

    Menurut pejabat kota Sajjad Ahmed Bhutta, sebuah mobil menabrak barikade penghalang dan meledak. Sebuah tembakan terdengar menyusul setelah ledakan, namun tidak jelas dari mana datangnya.

    Serangan ini menurut Jenderal David Petraeus, Kepala Komando Pusat Amerika Serikat, ditujukan kepada pertemuan di Islamabad antara pemerintah dan pemimpin militer. Ledakan bom ini juga dekat dengan kantor intelijen militer.

    Amerika saat ini membutuhkan aksi pemerintah Pakistan terhadap kelompok militan di barat daya untuk mengalahkan kelompok al-Kaidah dan untuk menganggu dukungan Taliban di Afganistan.

    Lahore adalah ibu kota Provinsi Punjab, negara yang paling padat penduduknya dan provinsi yang makmur. Kota terbesar kedua itu juga banyak ditinggali para pejabat tinggi dan pejabat militer.


    AP| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.